

InNalar.com – Masih menjadi misteri karena Soeharto tidak menjadi korban G30s PKI. Dimana kah Soeharto?
G30s PKI atau gerakan 30 September merupakan peristiwa penculikan enam jenderal dan 1 perwira TNI AD.
Menurut Mochamad Aris Yusuf dalam tulisannya, gerakan G30s PKI tersebut bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Soekarno dan berusaha mengubah Indonesia menjadi negara yang menerapkan sistem komunis.
Baca Juga: Bukan Merauke! Titik Paling Timur Indonesia Berada di Lokasi Terpencil, Muara Ini Dijaga Ratusan TNI
Soeharto yang kala itu menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan darat tidak menjadi korban penculikan.
Dalam kesaksiannya, yang dilansir pada postingan akun Tiktok @anisa.mis ungkap mengenai kenapa Soeharto tidak menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Soeharto mengucapkan syukur karena pilihannya merupakan rahmat yang diberikan oleh Tuhan.
Dirinya mengatakan jika dua hari sebelum peristiwa G30s PKI terjadi, anak dari Soeharto sempat mengalami kecelakaan.
Atas kejadian kecelakaan itu lah yang membuat anak dari Soeharto harus dirawat di rumah sakit.
Ternyata pada saat itu, anaknya masih kecil dan hanya istri yang menunggu di rumah sakit. Hal inilah yang akhirnya Soeharto memutuskan untuk menemani sang istri di rumah sakit.
Sebelum peristiwa G30s PKI, tepatnya pada malam hari. Seorang perwira yang terlibat G30s PKI menengok Soeharto di rumah sakit.
Alih-alih menengok, ternyata maksud kedatangan perwira tadi adalah untuk memastikan apakah benar Soeharto di rumah sakit atau tidak.
“Dan memang saya masih di rumah sakit,” ujar Soeharto.
Setelah perwira tersebut menengok di rumah sakit pada pukul 21.00 WIB, akhirnya Soeharto ini memutuskan kembali ke rumah pada 23.00 WIB.
Namun, perwira tersebut masih mengira jika Soeharto berada di rumah sakit. Aksi perwira ini tidak membuahkan hasil karena Soeharto berhasil lolos dari pembantaian.***