Kuras Anggaran Rp204 Miliar, Proyek Infrastruktur di Sulawesi Utara Siap Upgrade 12 Jembatan Sekaligus

inNalar.com – Proyek pengembangan infrastruktur yang ada di Provinsi Sulawesi Utara ini akan dilakukan secara serentak.

Adapaun infrastruktur yang dikembangkan dalam proyek ini adalah jalan tanah Essang-Rainis dan juga jembatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

Pengembangan dari jalan tanah Essang-Rainis beserta jembatan di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara ini termsuk ke dalam paket proyek kontrak tahun jamak 2022-2024.

Baca Juga: Lahan Kelapa Sawit Capai 1,4 Juta Hektar, Kalimantan Timur Impikan Bangun Pabrik Minyak Goreng, Ini Potensinya

Dilansir inNalar.com dari ANTARA, paket proyek tahun 2022-2024 ini merupakan sebuah proyek dengan anggaran mencapai Rp 204 miliar.

Adapun peningkatan yang dilakukan dalam proyek ini adalah pengaspalan jalan tanah Essang-Rainis sepanjang 23,4 km.

Per September 2023 lalu, proyek pengaspalan ini sudah selesai sepanjang 7 km dari 23,4 km.

Baca Juga: Jabat Bupati, Kekayaan Ikfina Fahmawati Perempuan Pertama Sebagai Kepala Daerah Mojokerto Mencapai Miliaran

Pengembangan infrastruktur ini tidak hanya dilakukan pada jalan di Kabupaten Kepulauan Talaud saja, namun, juga ke jembatan yang ada di kabupaten ini.

Setidaknya terdapat dua belas jembatan yang masuk dalam proyek ini.

5 dari dua belas jembatan tersebut merupakan jembatan kayu yang ada di ruas jalan Essang-Rainis.

Baca Juga: Misteri Soeharto Tak Jadi Korban G30s PKI, Mengaku Jaga Anak di RS Saat Malam Horror Itu?

Nantinya, lima jembatan kayu tersebut akan diganti menjadi jembatan beton sehingga lebih kuat dan tahan lama.

Saat ini, tiga jembatan sudah dalam pengerjaan menjadi jembatan beton dan dua lainnya sedang menunggu giliran.

Lalu, keenam jembatan sisanya adalah Jembatan Panding, Awit 1, Kandualang, Saruuesa, Barusada, dan Malarum Tabang.

Selanjutnya, yang terakhir adalah Jembatan Ambia yang akan mengalami proses pembangunan serta perbaikan

Perbaikan dan pengembangan infrastruktur ini diperkirakan akan selesai seluruhnya pada tahun 2024.

Akan tetapi, pada awal tahun 2023 terdapat kecurigaan pada proyek ini terkait dengan galian tanah. Hal ini karena anggaran untuk galian tanah pada proyek ini saja mencapai Rp 45 miliar.

Kejanggalan ini dirasakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Independed Bersama Azaz Rakyat (Kibar) Gerakan Indonesia Bersih.

Adapun pengerjaan galian dari proyek jalan tanah Essang-Rainis ini dikerjakan oleh PT Marga Dwitaguna.***

 

Rekomendasi