12 Tahun Tak Tembus, Iron Dome Israel Jebol Gegara Strategi Cerdas Hamas, Dunia Mendadak Dibikin Melongo!

inNalar.com – Nama Iron Dome nampaknya sudah tidak asing bagi dunia internasional, pertahanan nomor satu Israel ini sayangnya harus jebol karena penyerangan Hamas.

Konflik antara Israel dan Hamas berlangsung dari 7 Oktober 2023 kemarin, Iron Dome jadi salah satu korban penyerangan lewat udara dari kubu Palestina.

Iron Dome yang seharusnya memiliki fungsi untuk mencegah serangan Hamas pada Israel ternyata berhasil ditembus ribuan roket musuh.

Baca Juga: Grasinya Ditolak Gus Dur, Anak Soeharto Cuma Dihukum 5 Tahun Atas Kasus Pembunuhan, Kini Malah Ngurus Partai?

Kemampuan Iron Dome dalam melindungi Israel sudah dikenal dunia internasional.

Dengan konsisten mencegah roket musuh yang tak terhitung jumlahnya dan memiliki tingkat keberhasilan mencapai 90%, sistem ini terus meningkatkan kemampuan dari waktu ke waktu.

Amerika Serikat adalah mitra untuk pengembangan sistem Iron Dome ini.

Baca Juga: Layanan Chat ‘Sabrina’ Permudah Nasabah Cari Merchant BRI, Aktivitas Belanja Jadi Lebih Nyaman

Iron Dome sendiri adalah salah satu sistem pertahanan udara yang memiliki rupa seperti kubah besi.

Sistem pertahanan ini mengelilingi Israel dan berfungsi untuk mencegah serangan yang ditargetkan pada wilayah vital di negara tersebut.

Sistem Iron Dome pertama beroperasi pada Maret 2011 setelah diluncurkan pada tahun 2007, sebagaimana dilansir dari TikTok Bansah Tseuneubeh.

Baca Juga: Ini 8 Bangunan Tertinggi di Jakarta, Nomor 1 Habiskan Rp7 Triliun Lebih dan Punya 75 Lantai, Bisa Tebak?

Pada April 2011, sistem pertahanan ini melakukan operasional pertamanya dengan mengintersepsi roket yang ditembakkan dari Gaza.

Iron Dome yang juga merupakan pertahanan rudal pertama di dunia ini berbasis Rafael Advanced Defence System awalnya terinspirasi untuk melawan serangan roket Lebanon yang menargetkan Israel tahun 2006.

Karena akurasi serta tingkat keberhasilannya yang tinggi, sistem pertahanan ini ternyata jadi incaran banyak negara.

Ukraina disebut sebagai salah satu negara yang meminta suplai Iron Dome saat perang melawan Rusia.

Sistem Iron Dome mengkhususkan untuk secara cepat mendeteksi serangan yang ditargetkan ke area vital padat penduduk.

Tidak hanya pertahanan udara, sejak tahun 2017, Iron Dome juga mulai dikembangkan untuk pertahanan laut.

Sistem ini juga memiliki biaya operasional yang sangat mahal.

Untuk menjatuhkan serangan roket lawan, dibutuhkan ribuan hingga jutaan dolar Amerika Serikat dengan biaya ditaksir sebanyak 2 juta dolar untuk tiap deteksi roket musuh untuk dilumpuhkan.

Dengan kehebatan Iron Dome dalam menghalau serangan lawan, tentu mengagetkan mengetahui bahwa sistem ini ditembus oleh serangan Hamas 7 Oktober lalu.

Hamas berhasil menjebol salah satu sistem pertahanan terbaik di dunia dengan roketnya.

Di 2021 Hamas menembakkan 4000 roket ke Israel dan Iron Dome berhasil menghalau 96% roket tersebut.

Namun, di 7 Oktober lalu untuk yang pertama kalinya Iron Dome harus kalah dari musuh.

Mardigu Wowiek dalam suatu acara mengatakan Hamas belajar banyak pada penyerangan kali ini setelah sebelumnya roket-roket mereka berhasil diblokir.

Ia juga mengatakan bahwa Hamas mendapat bantuan dari negara yang bermusuhan dengan Israel.

Hamas juga melakukan strategi serangan bertubi pada saat menyerang Israel kemarin.

Dengan melakukan tembakan roket beruntun Hamas dapat menjebol pertahanan Iron Dome.

Satu roket yang ditembakan Hamas mungkin berhasil dihalau oleh sistem keamanan tersebut, namun karena Hamas melakukan serangan bertubi, roket lain dapat menembus Iron Dome menurut Mardigu.

Jebolnya sistem pertahanan itu juga akhirnya membuat Amerika Serikat mengirimkan kapal induknya sebagai bantuan untuk Israel.

Tembusnya Iron Dome membuat konflik antara Israel dan Hamas kian memanas.

Pasalnya, setelah Iron Dome jebol serangan antara Israel dan Hamas terus berlangsung tanpa bisa dihalau oleh sistem.

Hingga kini, Hamas dan Israel masih saling menyerang, ribuan korban tewas dan banyaknya bangunan runtuh pun tidak bisa terelakkan.***

 

Rekomendasi