Dana Rp17 Triliun Nyadet, Jalan Tol Kayu Agung Palembang Betung Alami Perselisihan Lahan, Benarkah?

inNalar.com -Menurut data dari Komite Penyediaan Percepatan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Tol Kayu Agung memiliki panjang mencapai 112 km dan nilai investasinya yang tidak sedikit yaitu Rp 17,347 Triliun rupiah. 

Dalam proses pembangunan tol ini menjadi tanggung jawab langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Saat ini jalan tol Kayu Agung Palembang Betung terus dikebut pengerjaannya.  

Baca Juga: Alasan Wakil Walikota Serang Banten Subadri Ushuludin Mundur Lebih Awal Dari Jabatannya Secara Mendadak

Jika tersambung penuh maka akan semakin cepat dan bagaimana kabar terkini pembangunannya?

Dilansir dari YouTube TOLLROAD INDONESIA Danang Parikesit selaku kepala BPJT baru-baru ini mengatakan bahwa jalan tol kapalbetung sudah beroperasi seksi 1 dan 2A kayu Agung-Kramasan (42,5 Km).

Sementara itu, seksi 2B Kramasan-Musilandas (24,90 Km) saat ini masih dalam proses pengerjaan. 

Baca Juga: Proyek Jalan Tol Jogja – Solo Bernilai Rp16 Triliun Terancam Gagal Total Gegara Makam Keramat, Kok Bisa?

Sedangkan, seksi 3 Musilandas-Betung (44,29 Km) masih dalam tahap konstruksi. 

Untuk seksi 2B dan 3 dikerjakan dengan kualitas konstruksi yang bagus dan tata kelola yang baik. 

Supaya hasilnya maksimal dan dapat digunakan secepatnya oleh masyarakat dalam perjalanan menuju Palembang ke Betung atau Jambi. 

Baca Juga: Soeharto ‘Blusukan’ Hingga Menyamar Jadi Rakyat Jelata Tanpa Awak Media, Bupati Setempat Sampai Tidak Sadar?

Tol Kapal Betung menjadi salah satu contoh bagi pembangunan konstruksi lainnya untuk menjaga mutu dan kualitas di masa mendatang. 

Apabila pembangunan tol ini selesai maka akan memberikan manfaat besar untuk mendorong perekonomian di Sumatera Selatan. 

Pengoperasian tol Palembang Betung di wilayah Banyuasin telah dilakukan sejak bulan Juli lalu.

Ada beberapa hambatan dalam pembangunan jalan tol salah satunya masih adanya lahan yang belum bebas. 

Kehadiran jalan tol Kapal Betung nantinya diperkirakan bisa memangkas waktu tempuh yang semakin cepat.

Dimana awalnya hanya perjalanan Kayu Agung Betung harus melewati 3-4 jam. Namun kini cukup dengan waktu tempuh sekitar 1-1,5 jam saja. 

Pembangunan jalan tol menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur secara merata di seluruh Indonesia.

Diketahui, jalan tol Trans Sumatera merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu proyek infrastruktur.

Sifat strategis memiliki arti untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan yang merata, kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di daerah.

Sehingga lambat laun istilah Jawa-sentris akan berganti berubah menjadi Indonesia-sentris.*** 

Rekomendasi