

inNalar.com – Pembangunan-pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) yang ada di Kalimantan Timur terus digencarkan.
Salah satunya yaitu proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), yang akan menjadi sumber energi di IKN.
Proyek PLTS ini akan menjadi penyedia energi ramah lingkungan dan terbarukan untuk IKN di Kalimantan Timur.
PLTS di IKN ini berkapasitas 50 MW dan sedang tahap pembangunan saat ini. Pembangunan pembangkit listrik tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun depan.
Anak perusahaan PT PLN yaitu Nusantara Power, menjadi penanggung jawab dalam pembangunan PLTS di IKN.
Pembangunan PLTS berkapasitas 50 MW ini bekerja sama dengan perusahaan yang berasal dari luar negeri.
Baca Juga: Wilayahnya Jadi Penghasil Wayang! Desa Wisata di Klaten Jawa Tengah Suguhkan Budaya dengan Cara Unik
Dilansir dari Antara, penyediaan listrik di IKN juga didukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang sudah ada.
Nusantara Power juga akan membangun jaringan transmisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang ada di Balikpapan ke IKN.
Hal tersebut untuk mendukung IKN sebagai daerah dengan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Hore! Sejumlah Infrastruktur Mega Proyek IKN Kalimantan Timur Bakal Rampung Tahun 2024, Apa Saja?
PLN sendiri telah menetapkan akan mengusung konsep pasokan listrik yang ramah lingkungan, indah, dan didukung oleh teknologi yang pintar.
Selain itu konektivitas antar pembangkit listrik dilakukan juga untuk memenuhi kebutuhan pasokan listrik dari berbagai daerah, termasuk IKN.
IKN juga mengaplikasikan sistem jaringan smart grid. Hal tersebut untuk mempercepat permintaan dan pemulihan listrik serta pengurangan biaya operasional.
Penyediaan energi listrik untuk IKN adalah salah satu hal paling penting yang harus diperhatikan.
Terlebih IKN dibangun dengan tema Smart, Green, and Beautiful. Bukan hanya indah namun juga tetap hijau dan menjadi kota pintar atau smart city.
Pemindahan dan pembaruan IKN juga merupakan strategi Indonesia untuk mencapai target menduduki jajaran lima besar perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2045.***