

inNalar.com – Pada era Orde Baru di masa kepemimpinan Soeharto, keluarga Cendana merupakan salah satu keluarga konglomerat dengan berbagai bisnisnya.
Pada saat Soeharto menjabat sebagai Presiden, ia bersikap melindungi tindak korupsi yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.
Penyingkiran Benny Moerdani yang berani mengingatkan sang ‘Raja’ untuk mengendalikan putra-putrinya merupakan saah satu contohnya.
Hal tersebut merupakan satu contoh dari ketegasan Soeharto dalam menerapkan sistem proteksi yang kuat terhadap keluarganya yakni keluarga Cendana.
Pada era Orde Baru, terdapat berbagai kasus missmanagement yang berbau korupsi di perusahaan-perusahaan milik negara.
Namun, yang paling menjadi sorotan publik pada saat tu adalah bisnis keluarga Cendana.
Dilansir inNalar.com dari buku Biografi daripada Soeharto, sejak awal tahun 1970-an keterkaitan ibu Tien dengan berbagai skandal bisnis telah menyeruak di kalangan masyarakat umum.
Pada tahun 1971, Kepala Polisi Hugeng Imam Santoso mengumumkan pembongkaran sindikat impor mobil mewah yang mendapat perlindungan dari tentara.
Sindikat impor mobil-mobil mewah tersebut juga melibatkan nama ibu Tien.
Namun, tak lama berselang kepala Polisi Hugeng Santoso dicopot dari jabatannya.
Selain itu, memanfaatkan Yayasan Harapan Kita, ibu Tien memungut sumbangan dari para pejabat daerah untuk pembangunan Taman Mini Indonesia Indah.
Dana miliaran yang dikeluarkan untuk proyek TMII dianggap sebuah pemborosan.
Mengingat, pada saat itu Indonesia masih termasuk dalam kategori negara miskin.
Namun, pembangunan TMII terus berlanjut dan selama puluhan tahun hasil dari TMII dinikmati oleh keluarga Cendana.
Bisnis keluarga Cendana semakin menjadi saat anak-anak Soeharto beranjak dewasa.
Anak-anak Soeharto mendirikan bisnisnya masing-masing diberbagai bidang seperti properti, stasiun televisi, pertambangan dan lain-lain.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi