Kota Unik di Papua Ini Dibangun di Atas Ribuan Kayu dan Jadi Penghasil Ukiran Kelas Dunia, Coba Tebak!

inNalar.com – Ternyata di Indonesia ada kota unik yang dibangun di atas ribuan kayu.

Jika ke kota ini, maka akan banyak ditemukan daerah, yang bangunan rumah warganya berada di atas papan kayu dengan tertata rapi.

Kota ini tepatnya berada pesisir selatan pulau Papua, berdekatan dengan wilayah Timika di Kabupaten Timika, bernama Agats.

Baca Juga: Savana Bromo Sempat Jadi Lautan Abu Akibat Kebakaran Hebat, Kini Sudah Kembali Menghijau! Netizen Terkesima

Dilansir dari Kemenparekraf, diketahui bahwa Agats merupakan Ibukota dari sebuah wilayah pemekaran baru Kabupaten Asmat.

Berada di Provinsi Papua, Agats memiliki jumlah penduduk sekitar 76.000 jiwa, dan merupakan daerah penting untuk distrik-distrik sekitarnya.

Keunikan yang ada di Agats tidaklah sedikit. Kondisi tanahnya berlumpur dan banyak rawa, membuat bangunan tempat ini berdiri dengan sarana jalan dari papan.

Baca Juga: Fantastis! Tol Ini Menjadi Tanggul Laut Pertama di Indonesia yang Strukturnya Menggunakan Batang Bambu

Jika melihat sekilas, jalanan di Kota ini mirip seperti dermaga, dan menyerupai jembatan yang dibuat dari papan kayu.

Pengembangan daerah Agats pun kini ikut menyesuaikan. Sehingga kebanyakan masyarakat disana menggunakan transportasi motor listrik sebagai yang utama.

Hal ini dikarenakan, jalanan kayu yang terbentang luas di seluruh wilayah Kota Agats, tidaklah mampu menahan motor mesin, apalagi mobil yang cukup berat.

Baca Juga: Tidak Berniat Jadi Tentara, Soeharto Malah Terjun di Dunia Militer, Imbas dari Perang Dunia II

Para pendatang Agats pun kebanyakan menggunakan transportasi laut, berupa perahu motor atau sekedar jalan kaki bila masih ada di dalam kota.
 
Keterbatasan lain Agats adalah kurangnya persediaan air bersih, diakibatkan kondisi tanah rawa. Karena masyarakat kini bertahan dengan menampung air hujan.

Meski hidup dalam keterbatasan, masyarakat Kota Agats mampu menghadapi semua kesulitan tersebut dengan kreatifitas.

Sarana dan prasarana di Kota Papua ini, juga masih memadai.

Keberadaan pelabuhan, kantor pemerintahan, rumah sakit, pasar, bahkan museum juga masih ada di sini.

Keunikan Kota Agats ditambah dengan budaya dan daya tarik wisata yang dimiliki.

Tepatnya berada di suku Asmat, ukiran-ukiran dari tangan masyarakat ini memiliki nilai yang sangat tinggi.

Tak jarang harganya dapat mencapai ratusan juta hingga milyaran. Ukiran ini biasanya dibuat pagelaran festival budaya.

Penyelenggaraan festival ini, dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Papua, dari kalangan nusantara hingga mancanegara.

Oleh karena itu, Kota Agats seakan menjadi gerbang petualangan untuk mengenal lebih jauh lagi ke dalam bumi Papua.

Keberadaannya, mampu menjadi sebuah bukti kegigihan dan perjuangan para penduduknya.

Karena meski dalam keterbatasan, Kota Agats dapat tetap berdiri dan justru berkembang menjadi daerah yang lebih baik.

Agatas juga menjadi pangkuan pertumbuhan wisata Suku Asmat, yang tentu saja mendatangkan kebaikan bagi negara Indonesia, khusunya Papua sendiri. 

Inilah gambaran Kota Agats yang dipenuhi keunikan dalam kesederhanaan indah, sehingga menjadi sangat menarik jika ditelusuri lebih jauh.*** 

 

Rekomendasi