Kebijakan Petrus ala Presiden Soeharto Hebohkan Era Orde Baru, Segini Efektivitasnya saat Turunkan Kejahatan

inNalar.com – Petrus atau Penembak Misterius adalah salah satu kebijakan dari pemerintah era Presiden Soeharto.

Petrus sendiri termasuk sebagai operasi pemberatasan kejahatan yang menyasar orang-orang tertentu.

Terutama mereka yang dituduh sebagai pelaku kriminal seperti preman atau para begal.

Baca Juga: Unik! Pertama di Indonesia, Jalan Tol Semarang – Demak Disokong Batang Bambu dari Bawah, Kok Bisa?

Adapun ciri-cirinya yakni orang dengan rambut gondrong, badan penuh tato, memiliki banyak penuh bekas luka, serta dikategorikan sebagai kelompok yang dicurigai.

Hal ini berarti Petrus akan menyasar orang sesuai dengan penampilan fisiknya.

Munculnya kebijakan ini sendiri tentu ada banyak penyebabnya.

Baca Juga: Dijuluki Negara Kepulauan Terbesar di Dunia, Inilah Rekor Indonesia dalam Kacamata Internasional

Ketika mendapatkan kekuasaan, order baru fokus untuk mencapai kesejahteraan.

Presiden bahkan berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan jumlah pendatang di kota besar, dan pemerataan pembangunan.

Hanya saja, banyak orang yang kurang beruntung sehingga meningkatkan angka kriminalitas.

Baca Juga: Hasilkan 12,4 MW Listrik, Waduk Legend di Wonogiri Jawa Tengah Dipoles, 3 Zona Siap Digarap, Lokasinya…

Dilansir dari YouTube Inspect History, pada tahun 1980-an, ada peningkatan angka kriminalitas seperti perampokan, pembunuhan, hingga pemerkosaan.

Khususnya di Jakarta dan Pulau Jawa. Tidak heran jika pemerintah orde baru membuat sebuah kebijakan yang cukup ekstrem.

Yakni menumpas orang-orang yang dianggap sebagai pelaku kriminal tanpa adanya proses pengadilan.

Hal tersebut menyebabkan jasad para preman banyak ditemukan di pinggir jalan dalam keadaan tidak bernyawa.

Adapun penyebabnya adalah tertembak oleh peluru. Bahkan tidak diketahui siapakah yang melakukan penembakan tersebut.

Peristiwa itulah yang menjadi awal mula sejarah Petrus atau Penembak Misterius di era Presiden Soeharto.

Operasi Petrus sendiri menjadi sejarah perjalanan premanisme yang ada di Pulau Jawa. Tidak heran jika di tahun 1980-an, suasana perkotaan menjadi mencengkam.

Para preman yang dikenal sebagai gabungan anak liar yang menguasai beberapa wilayah menjadi resah.

Pasalnya, mereka secara mendadak diburu oleh tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang kemudian disebut sebagai Penembak Misterius (Petrus).

Tujuan operasi tersebut adalah membasmi kasus dan pelaku kejahatan yang sering muncul di era orde baru.

Terutama para preman atau penjahat yang memiliki catatan hitam tentu akan menjadi target utamanya.

Pada era ini, Petrus dianggap cukup efektif untuk menumpas para pelaku kejahatan. Tidak heran jika operasinya dilakukan di beberapa daerah sekaligus.

Terbukti dengan menurunnya angka kejahatan khususnya pada tahun 1983.

Kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Soeharto atas operasi ini sendiri kemudian mendapat banyak perdebatan pendapat dan tekanan dari internasional.

Ada yang mendukung ada juga yang tidak. Aksi tersebut dianggap sebagai pelanggaran HAM.

Sampai akhirnya Operasi Petrus berakhir pada tahun 1985 serta menjadi berita paling panas di era ini. ***

 

Rekomendasi