Jadi Presiden Terlama dalam Sejarah, Apa Alasan Banyak Orang Indonesia Suka Zaman Soeharto? Ternyata…

inNalar.com – Presiden Soeharto termasuk pemimpin yang menjabat paling lama di Indonesia.

Setelah Indonesia merdeka dan dipimpin oleh Presiden Soekarno, perekonomian di zaman itu cukup terpuruk.

Adapun puncak menurunnya ekonomi di tanah air ini terjadi sekitar tahun 1950-an.

Baca Juga: Terus Kebut Pembangunan, Inilah 5 Proyek Bendungan yang Diresmikan Presiden Jokowi dalam Waktu Sebulan

Hal ini disebabkan oleh perpecahan politik dan program nasionalisasi aset asing buatan Presiden Soekarno tidak berhasil.

Setelah Soeharto berhasil menjadi Presiden menggantikan Soekarno, pertumbuhan ekonomi tanah air di zaman itu terbilang meningkat cukup tinggi.

Salah satunya karena Indonesia bergabung kembali dengan organisasi internasional.

Baca Juga: Bak Hidup di Era 1980, Warga Kampung Naga di Tasimalaya Pilih Hidup Tanpa Listrik dan Gadget, Kenapa?

Seperti PBB, IMF, Bank Dunia, dan lainnya tepat pada tahun 1960-an.

Tidak hanya itu, pada tahun 1982, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga kembali meningkat drastis.

Hal ini tidak lain karena “Oil Boom” pada tahun 1970 hingga 1978.

Baca Juga: Terungkap! Kalimantan Timur Simpan Harga Karun Gas Sebanyak 5 TCF, Bakal Perkuat Cadangan Migas Nasional

Keadaan tersebut menyebabkan pendapatan ekspor era orde baru dan pendapatan pemerintah mengalami kenaikan pesat.

Presiden Soeharto juga membolehkan berdirinya perusahaan asing di tanah air serta investasi dari luar negeri.

Meningkatnya ekonomi di tanah air tersebut juga berdampak pada meningkatnya kehidupan masyarakat yang semakin makmur.

Biaya Hidup Lebih Murah

Pada era presiden ini, sembako dapat dibeli oleh rakyat dengan sangat mudah kala itu.

Harga bahan-bahan pokok dapat didapatkan dengan harga murah sehingga perekonomian penduduk semakin membaik di era orde baru.

Untuk biaya pengobatan sendiri dapat diperoleh dengan harga terjangkau. Umumnya rumah sakit akan mematok biaya rendah.

Sedangkan untuk Polri, TNI, dan PNS biasanya akan mendapat kartu asuransi kesehatan sehingga bisa berobat secara gratis.

Soeharto Mampu Menarik Simpati Rakyat Kecil

Pada pemerintahan Presiden Soeharto, ia mampu mencetuskan ide yang cukup cemerlang. 

Termasuk menarik simpati pada rakyat kecil. Seperti dengan memikirkan masalah sandang pangan bagi mereka yang memiliki ekonomi rendah.

Soeharto juga dinilai selalu memperhatikan kepentingan dari rakyat kecil.

Hal tersebut dilakukan dengan berangkat lebih siang saat pergi ke kantor.

Hal ini karena lebih mementingkan kepentingan masyarakat yang menggunakan jalan daripada harus dihentikan karena presiden ingin lewat.

Pendidikan Terjamin

Melansir dari ANTARA, biaya pendidikan juga masih tergorong murah bahkan sampai tingkat universitas sekalipun di era ini.

Orang dengan ekonomi rendah dapat tetapi pintar masih bisa menjadi seorang profesor.

Profesionalitas di zaman itu sangat dihargai dan kredibilitasnya pun dipercaya sampai ke luar negeri.

Tidak heran jika mendapat sebutan “Indonesia Macan Asia”.

Mudah Mendapat Lapangan Pekerjaan

Pada masa ini masyarakat juga cukup mudah dalam mendapatkan pekerjaan.

Hal ini karena pembangunan masa orde baru sedang pesat-pesannya.

Ada banyak perusahaan yang mulai berdiri sehingga memerlukan banyak karyawan.

Pada zaman dahulu, orang dengan pendidikan SMA pun sudah bisa masuk sebagai PNS.

Sedangkan di dunia kerja, mereka juga sudah bisa menjadi kepala atau mandor.

Seorang dengan lulusan perguran pun dapat bekerja menjadi dosen.

Harga Dolar yang Rendah

Pada zaman kepemimpinan Soeharto dahulu, dolar bahkan pernah menginjak angka senilai Rp378 saja.

Tepatnya di tahun 1971 sehingga harga barang-barang menjadi sangat terjangkau.

Kemudian angka tersebut mengalami kenaikan setiap tahun khususnya pada tahun 1997 menjadi Rp2.500.

Sepeninggal presiden kedua RI ini, dolar akhirnya melesat dengan cepat.

Dampak naiknya dolar tersebut tentu akan berimbas langsung pada perekonomina rakyat.

Tidak heran jika saat ini ada banyak harga barang-barang yang baik dengan cukup drastis.

Masyarakat Aman dan Nyaman

Petrus adalah salah satu cara era orde baru untuk memberantas kejahatan. Baik itu aksi pencurian, perampokan, begal, atau sejenisnya.

Adanya Operasi Petrus menjadikan angka kriminalistas menurun secara drastis.

Tidak heran jika saat itu dianggap sangat efektif dalam menekan angka kejahatan.

Masyarakat zaman dahulu juga hidup rukun antar beragama.

Rakyat dengan TNI dapat berbaur untuk menciptakan sebuah lingkungan yang aman dan nyaman.***

Rekomendasi