Dijuluki Pengembara Laut, Suku di Wakatobi Sulawesi Tenggara yang Tinggal di Atas Laut Dapat Sertifikat Tanah

inNalar.com ­– Sertifikat rumah atau tanah bisanya diberikan pada mereka yang memiliki rumah atau lahan di atas daratan.

Lantas, bagaimana dengan masyarakat yang tinggal di atas laut? Seperti yang diketahui, beberapa golongan masyarakat atau suku di Indonesia ini memiliki rumah di atas laut.

Sebagai contohnya saja adalah Suku Bajo yang ada di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini.

Baca Juga: Libatkan Para Pelajar, Pameran Yogyakarta Komik Weeks Mengusung 7 Unsur Kebudayaan DIY dan Program Kukuruyug

Suku Bajo tersebut membangun rumah di atas laut perairan Pulau Wangi Wangi atau lebih tepatnya di Desa Mola Raya, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Selain memiliki rumah di atas laut, Suku Bajo juga terkenal dengan keunggulan mereka mencari penghidupan di lautan.

Dilansir dari Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, mata pencaharian dari mayoritas masyarakat Suku Bajo ini adalah nelayan.

Baca Juga: Korek Dana Rp2,175 Triliun, PUPR Tingkatkan Ketersediaan Air Melalui Proyek SPAM di Kawasan Jawa Tengah

Meski cuaca sedang buruk dan gelombang membumbung tinggi dengan ganas, masyarakat Suku Bajo masih akan terus menangkap ikan.

Oleh karena itu, Suku Bajo di Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini disebut sebagai pengembara lautan.

Meskipun begitu, beberapa dari masyarakat desa yang kekuatan fisiknya sudah menurun, melanjutkan kegiatan menangkap ikan dari dalam rumah.

Baca Juga: Kuras Dana Rp1,169 Triliun, PDAM Bantu Layanan Air dari SPAM Semarang Barat untuk 3 Kabupaten di Jawa Tengah

Selain sebagai mata pencaharian, Suku Bajo juga menangkap ikan untuk dibudidaya di bawah rumah mereka.

Dengan begitu, saat cuaca buruk menerjang, mereka masih memiliki cadangan ikan baik untuk dimakan atau dijual.

Perumahan Suku Bajo yang ada di Pulau Wangi Wangi, Wakatobi ini tidak dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan darat ataupun jalan kaki.

Oleh karena itu, bagi mereka yang ingin mengunjungi desa ini, diharuskan untuk naik sampan, perahu, atau rakit sebagai transportasi.

Karena keunikannya inilah, desa Suku Bajo di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara ini dijadikan sebagai wisata bahari.

Pengunjungnya pun tidak hanya datang dari dalam negeri. Banyak wisatawan dari Australia, Belanda, Inggris, dan lain-lain yang datang ke desa Suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Utara untuk menjalani kehidupan ala Suku Bajo.

SUKU BAJO MENDAPAT SERTIFIKAT

Memiliki rumah di atas lautan, tentu membuat Suku Bajo tidak memiliki serifikat rumah.

Namun, hal ini berubah karena pada Juni 2022 lalu, Presiden Jokowi bersama dengan istrinya, Iriana Jokowi, menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah pada masyarakat Suku Bajo di Kampung Mola, Wakatobi, Sulawesi Utara.

Kedatangan Presiden beserta rombongan untuk menyerahkan sertifikat tanah ini disambut meriah oleh masyarakat Suku Bajo.

Antusiasme masyarakat ini dapat dirasakan ketika mereka tidak hentinya menyapa Presiden yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi penyerahan.***

 

Rekomendasi