

InNalar.com – Pasca PJ Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin membuat program Budidaya pisang di Sulawesi Selatan.
Salah satu kabupaten di sana mulai bersiap mendukung program tersebut. Salah satunya, Kabupaten Jeneponto.
Bahtiar Baharuddin sendiri juga mengajak seluruh masyarakat Jeneponto untuk mengembangkan budidaya pisang di Kecamatan Bengkala.
Baca Juga: Resmi! Organisasi Projo Bakal Dukung Prabowo di Pilpres 2024: Bukti Tegak Lurus ke Jokowi?
Selain itu, hasil budidaya daya pisang tersebut nantinya akan menjadi komoditas pangan terbesar. Sehingga, bisa menyuplai kebutuhan pangan di berbagai negara.
PJ Gubernur Sulsel ini mengaku telah membicarakan pemanfaatan dana KUR dengan Kapala OJK, wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua.
Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar juga telah menyiapkan lahan seluas 1000 hektar untuk penanaman pisang tersebut.
Iksan Iskandar sendiri semenjak mendengar PJ Gubernur Sulsel berusaha mencari lahan penanaman.
Beliau berkoordinasi dengan dinas pertanian setempat untuk mencari lahan.
Komoditas Pisang di Jeneponto sendiri sudah cukup dikembangkan, akan tetapi belum dalam skala besar.
Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan produksi pisang di Jeneponto sendiri masih di bawah angka 100 ribu kuintal.
Pada tahun 2018 produksi pisang di Jeneponto sebesar 34.040 kuintal, tahun 2019 menurun menjadi sebesar 27.249 kuintal, dan tahun 2020 sejumlah 27.927 kuintal.
Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo mantan menteri pertanian juga pernah memberikan bantuan kepada masyarakat Jeneponto pada tahun 2021 lalu.
Salah satunya benih pisang sebanyak 20 ribu pohon.
Syahrul berharap budidaya pisang, termasuk industri pengolahannya bisa dilakukan ekspor. Apalagi kebutuhan pisang di luar negeri juga banyak, termasuk di Indonesia sendiri.
Bahkan jika program tersebut berhasil Syahrul akan menambah benih pisang sebanyak 100 ribu pohon.
Adapun sektor pertanian di Jeneponto sendiri mempunyai peranan penting bagi kabupaten tersebut.
Berdasarkan data BPS bahwa pada tahun 2020 penyerapan tenaga kerja paling besar di Jeneponto berasal dari sektor pertanian.
Dimana, pertanian menyumbang 59,54 persen, sektor jasa sebesar 31,06 persen, dan lapangan usaha manufaktur hanya 9,40 persen.
Oleh sebab itu, tidak heran jika Syahrul Yasin Limpo saat masih menjabat menteri Pertanian, terus mendorong Jeneponto mengembangkan sektor pertanian.
Adapun, selain Jeneponto kabupaten lain seperti Palopo juga sudah mulai melakukan pemetaan lahan yang siap digunakan budidaya pisang.
Kemudian, ada juga Kabupaten Pinrang yang menyiapkan lahan 10 hektar untuk mendukung program PJ Gubernul Sulsel tersebut.***