Super Semar, Kejadian 11 Maret Dibubarkannya PKI oleh Soeharto, Hingga Awal Lengsernya Soekarno, Kok Bisa?

InNalar.com – Salah satu yang menjadi sejarah dan cukup mengenang di Indonesia adalah kisah Super Semar, yang akhirnya akan membubarkan PKI.

Super Semar sendiri merupakan singkatan yang berarti Surat Perintah Sebelas Maret yang ditujukan pada Letjen Soeharto.

Sebab saat kejadian ini terjadi, Nusantara masih dipimpin oleh presiden Soekarno yang akhirnya justru mengubah masa dari orde lama ke orde baru.

Baca Juga: Belum Punya Pasangan? Lima Kota di Jawa Timur Ini Cocok Jadi Destinasi Cari ‘Gebetan’, No 1 Bukan Surabaya!

Berawal dari kejadian G30SPKI yang terjadi pada tahun 1965, sebenarnya kericuhan itu belum reda sepenuhnya hingga di tahun berikutnya.

Karena terjadi kericuhan itulah hingga membuat presiden Soekarno kala itu memberikan Super Semar pada Letjen Soeharto.

Surat perintah ini diberikan pada Letjen Soeharto pada 11 Maret 1966, yang isinya kurang lebih untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu agar dapat memulihkan keamanan dan kewibawaan pemerintah.

Baca Juga: Resmi! Organisasi Projo Bakal Dukung Prabowo di Pilpres 2024: Bukti Tegak Lurus ke Jokowi?

Sekedar informasi, hingga saat ini diketahui jika surat perintah Super Semar asli yang diberikan pada Letjen itu belum dapat ditemukan.

Karena itu sebenarnya hingga saat ini belum diketahui pasti, seperti apa sebenarnya isi dari surat perintah tersebut.

Akan tetapi karena munculnya surat perintah tersebut, justru akhirnya membuat presiden Soekarno marah, hingga dibubarkannya PKI di Indonesia.

Baca Juga: Luas Terminalnya 20.000 m2, Bandara di Konawe Selatan Sultra yang Ganti Nama Ini Sempat Terjegal Sengketa…

Melansir dari channel YouTube Indonesia Insider, atas tindakan hingga dibubarkannya PKI, hal itu membuat sang presiden marah.

Sebab menurutnya pembubaran PKI sebenarnya masuk ke dalam keputusan politik, sedangkan keputusan politik sendiri sebenarnya merupakan wewenang dari presiden.

Ditambah lagi kala itu Soeharto bukanlah presiden atau pun wakil presiden, dan seharusnya pembubaran PKI bukanlah wewenangnya.

Dalam rangka meluruskan apa yang telah terjadi, akhirnya presiden Soekarno pada tanggal 13 Maret 1966 memberikan surat perintah kembali, untuk mengkoreksi Super Semar.

Pengkoreksian surat pada 13 Maret tersebut adalah meluruskan jika sebenarnya Super Semar adalah surat perintah, bukan penyerahan kekuasaan.

Dengan begitu, sebenarnya tiap pelaksanaan pada isi Super Semar harus dikonsultasikan pada presiden, dan memerintahkan Soeharto untuk menghadap supaya dapat mempertanggung jawabkan tindakan yang telah dilakukannya.

Sebab pembubaran PKI ini diterbitkan oleh Soeharto sendiri melalui keputusan presiden No 1/3/1966.

Apalagi surat keputusan presiden itu ditanda tangani oleh dirinya sendiri dengan mengatas namakan presiden, namun tidak melalui persetujuan Soekarno.

Menariknya, mirip dengan surat perintah 11 Maret, diketahui jika surat perintah 13 Maret yang asli ini juga hingga kini tidak ditemukan fisiknya.

Secara perlahan, popularitas Soekarno menjadi semakin menurun, namun berbanding terbalik dengan popularitas Soeharto yang semakin melejit.

Hingga pada 12 Maret 1967, presiden pertama Ri tersebut akhirnya dicopot jabatannya dengan digantikan oleh Soeharto.

Dari itulah yang membuat peralihan sejarah Indonesia dari Orde Lama menuju ke orde baru, ditambah gaya kepemimpinan Soeharto juga berbeda dengan presiden pendahulunya.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]