Telan Rp1,7 Triliun! Mega Proyek Soeharto Lahan Gambut 1 Juta Hektar Kalimantan Tengah Ini Rugikan Negara?

InNalar.com – Setiap warga tanah air pasti tahu, jika sebelumnya Soeharto merupakan Presiden negara Indonesia.

Selama menjabat menjadi pemimpin negara, terdapat satu mega proyek Soeharto di Kalimantan Tengah yang dapat disebut sebagai gagal.

Pekerjaan tersebut adalah food estate, atau lahan gambut 1 juta hektar yang akhirnya menjadi petaka bagi warga sekitar.

Baca Juga: Desa Wisata Punya Julukan ‘Negeri di Atas Awan’ Hanya 2 Jam dari Alun-Alun Lumajang, Suguhkan 3 Gunung

Sebenarnya jika rencana lahan gambut ini sukses, mungkin cadangan makanan di Indonesia akan semakin banyak serta semakin melimpah.

Namun sayangnya mega proyek lumbung pangan di era orde baru ini harus gagal, hingga membuat bencana berupa kebakaran lahan hingga bencana asap berkelanjutan.

Bagaimana tidak berkelanjutan, sebab pekerjaan ini justru membuat bencana asap pada tahun 1997, 1998, 2015, dan 2019.

Baca Juga: HEBOH! JKT48 Digandeng Jadi Bintang Iklan Terbaru Shopee 11.11 Big Sale

Selama memimpin menjadi presiden, diketahui Soeharto pernah mendapat penghargaan FAO, atau Food and Agriculture Organization pada tahun 1986.

Pengharggan FAO yang didapat presiden ke-2 RI itu merupakan bukti dari kesuksesannya pada swadaya beras, karena tanah air berhasil memperoleh sebanyak 26,3 juta ton beras.

Sayangnya, kesuksesannya itu tidak berlangsung lama, sebab beberapa waktu kemudian Indonesia mengalami kemarau berkepanjangan, yang berimbas pada turunnya hasil panen.

Baca Juga: Belum Punya Pasangan? Lima Kota di Jawa Timur Ini Cocok Jadi Destinasi Cari ‘Gebetan’, No 1 Bukan Surabaya!

Melansir dari channel YouTube Narasi Newsroom, dalam mengatasi hal tersebut, maka mantan presiden RI langsung menggagas proyek ambisius yaitu lahan gambut 1 juta hektar.

Setelah melalui beberapa diskusi, akhirnya lokasi untuk pekerjaan food estate di lahan gambut ini pun dipilih, yaitu di Kalimantan Tengah.

Perlu diperhatikan, lahan gambut sebenarnya merupakan lahan basah yang memiliki banyak materi organik, yang justru membuatnya sulit untuk ditanami vegetasi tanaman.

Sebenarnya jika penanaman padi dilakukan pada lahan gambut, diketahui memang hasil panen yang diperoleh hanya akan sedikit jika membandingkannya dengan tanah lain yang memiliki lebih banyak mineral.

Walau dikatakan lahan gambut 1 juta hektar, namun sebenarnya proyek ini memakan tanah seluas 1,45 hektar.

Disebut gagal, sebab dari lahan yang mencapai jutaan hektar tersebut, diketahui hanya 110 ribu hektar yang berhasil.

Padahal dalam melaksanakan pekerjaan yang berada di Kalimantan Tengah ini, kala itu menggunakan dana reboisasi dan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 1,7 triliun.

Atas kegagalan ini, akhirnya tanah bekas mega proyek lahan gambut 1 juta hektar ini diganti menjadi perkebunan kelapa sawit.***

 

Rekomendasi