

inNalar.com – Tol yang terletak di Sumatera Utara bisa membuat kaya daerah, akan tetapi malah dijual.
Tol yang dimaksud di atas adalah tol yang menghubungkan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.
Proyek yang memiliki panjang total 143,25 km ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Sumatera Utara.
Baca Juga: Misterius! Ayah Soeharto Miskin, Tapi Mampu Beri Hadiah Seekor Kambing, Siapakah Dia Sebenarnya?
Tidak hanya Kementerian PUPR akan tetapi pembangunan proyek ini dilakukan bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di wilayah tersebut.
Hadirnya jalan tol ini dapat meningkatkan konektivitas masyarakat wilayah di provinsi tersebut.
Akses yang terbuka melalui pembangunan proyek infrastruktur itu, memberikan kemudahan akses wisatawan menuju destinasi wisata Danau Toba di Sumatera Utara.
Selain itu, jalan tol tersebut dapat mempermudah akses menuju Pelabuhan Kuala Tanjung yang juga masuk kedalam DPSP.
Kemudahan dan terhubungnya beberapa daerah mampu meningkatkan kekayaan dari peningkatan perekonomian masyarakat disekitarnya.
Tempat wisata yang merupakan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) tersebut akan mempercepat akses khususnya dari Kota Medan.
Menurut website resmi Kementerian PUPR pembangunan tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat memiliki nilai investasi Rp 13,4 triliun.
Dari ruas tol di Sumatera Utara tersebut diungkapkan bahwa Waskita Karya akan melakukan divestasi.
Divestasi yang dimaksudkan adalah Waskita melepas kepemilikan dari tol yang disebut sebagai strategi partnership.
Pelepasan tersebut disampaikan oleh Endra S Atmawidjaja sebagai Juru Bicara Kementerian PUPR.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Endra pada 26 Mei tahun 2023, yang menyampaikan bahwa tahun ini terdapat 3 ruas tol yang akan divestasi Waskita.
Diantara 3 tol tersebut adalah Pemalang-Batang, Bocimi, dan ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.
Endra juga menjelaskan bahwa ketiga ruas tersebut, termasuk tol di Sumatera Utara akan dilepas kepada Indonesia Investment Authority (INA).
Akan tetapi tidak menutup kemungkinan apabila ketiga ruas tersebut diserahkan kepada korporasi lain atau bahkan kepada BUMN.
Ruas tol di Sumatera Utara itu pembangunannya dibagi menjadi 6 seksi dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.
Dari 1-4 seksi yang ada dilakukan dengan menggunakan skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan PT Waskita untuk 2 dan 3.
Sedangkan untuk seksi 1 dan 4 dilakukan kerjasama dengan PT Hutama Karya , untuk seksi 5 dan 6, menjadi tanggung jawab pemerintah.
Ruas Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat masuk dalam bagian Jalan Tol Trans Sumatera.
Endra menyebutkan bahwa pembangunan tersebut dapat mengembangkan kawasan industri yang berdampak pada ekonomi di Sumatera Utara.
Sehingga masyarakat lebih mudah untuk distribusi maupun akses menuju tempat wisata yang kaya di daerah tersebut.
Diketahui bahwa pada progres pembangunan di 29 Mei 2023, seksi 1 yaitu Tebing Tinggi-Indrapura dengan panjang 20,4 km sudah selesai hingga 100 %.
Progres selanjutnya untuk seksi 2 Indrapura-Kuala Tanjung dengan total panjang 18,05 kn telah mencapai 87,2 %.
Seksi 3 wilayah Tebing Tinggi-Serbelawan dengan panjang 30 km sudah mencapai hingga 79,3%.
Untuk seksi 4 di wilayah Serbelawan- Pematang Siantar dengan panjang 18 km sudah mencapai progres 63,7%.
Sementara untuk seksi 5 ruas Pematang Siantar -Saribudolok dengan panjang 22,30 km serta seksi 6 Saribudolok – Parapat dengan panjang 16,70 km masih dalam tahap finalisasi desain.
Selain itu, di informasikan juga bahwa seksi 1 hingga seksi 3 tol di Sumatera Utara imu tinggal pekerjaan MCB, guardrail, penanganan jalan, gate, pekerjaan tebing serta Marka jalan.
Pada ketiga seksi tersebut ditargetkan bisa selesai pada bulan Juli karena hanya sisa pengerjaan perapihan jalan tol saja.
Endra, menuturkan bahwa untuk ruas Terbung Tinggi – Seberlawanan itu bisa dibuka dan diresmikan setelah melakukan uji laik fungsi.
Uji laik fungsi untuk ruas tersebut dilakukan pada bulan Juli tahun 2023 sehingga bisa dimanfaatkan kehadirannya yang telah ditunggu masyarakat.
Jalan tol yang merupakan akses menuju lokasi wisata utama di Sumatera Utara ini akan mengurai traffic saat liburan datang.
Sehingga tidak hanya memiliki dampak pada kenaikan kunjungan ke wisata daerah, tetapi membantu penataan jalan yang lebih fungsional.***