Bangkrutnya Pertamina Jadi Skandal Korupsi Zaman Kepemimpinan Soeharto Era Orde Baru yang Terapkan Nepotisme

inNalar.com – Pertamina merupakan salah satu perusahaan milik negara yang menjadi tonggak perekonomian masyarakat Indonesia.

Pertamina didirikan sejak tahun 1957 dengan nama permina pada awalnya.

Saat itu di era kepemimpinan Soeharto, Pertamina dikelola oleh Ibnu Sutowo.

Baca Juga: Kerajaan Bisnis Keluarga Cendana, Soeharto Sengaja Tutup Mata dan Telinga Atas Kasus Istri dan Anak-anaknya?

Sebagai informasi, Ibnu Sutowo merupakan seorang kawan yang juga telah lama menjadi orang kepercayaan Soeharto.

Ibnu Sutowo dengan gayanya yang agresif dan diberi kepercayaan tak terbatas oleh Soeharto dalam memimpin Pertamina.

Di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo, Pertamina telah melakukan beberapa gebrakan yang dinilai terlalu sembrono oleh para teknorat.

Baca Juga: Menguak Awal Kisah Percintaan Soeharto dengan Siti Hartinah, Diperantarai Hingga Sempat Insecure?

Pertamina dinilai telah berlebihan dalam melakukan ekspansi ke bidang-bidang yang beberapa tidak berkaitan dengan minyak.

Ekspansi Pertamina tersebut menghasilkan PT Krakatau Steel, hotel, dan rumah sakit.

Bahkan, Pertamina menginvestasikan sejumlah uang pada sebuah restaurant di New York, Amerika Serikat.

Baca Juga: Raksasa Minyak Indonesia Nyaris Bangkrut di Era Soeharto, Padahal Sempat Untung Hampir 20 Kali Lipat, Mengapa?

Namun, di sisi lain kekuasaan Ibnu Sutowo terbilang tak tersentuh oleh siapa pun.

Saat itu, Pertamina telah menjadi ‘Harta Nasional’ melihat penerimaan negara besar dari sektor perminyakan.

Melihat itu, kepercayaan Soeharto semakin meningkat hari ke hari kepada Ibnu Sutowo.

Kekuasaan yang tidak terkontrol tersebut menyeret Pertamina ke dalam masalah besar.

Hal tersebut dimulai dari Pertamina yang mulai mengurangi pembayaran pajak hingga tidak melakukan pembayaran pajak sama sekali.

Dilansir inNalar.com dari buku Biografi daripada Soeharto, diketahui bahwa Pertamina memiliki hutang sebesar 10,5 miliar dollar.

Hal tersebut diperparah terbongkarnya kasus korupsi dalam proyek pengadaan tanker Pertamina.

Pada akhirnya, Soeharto memberhentikan ‘secara hormat’ Ibnu Sutowo dan menggantikannya dengan jenderal Piet Haryono.

Pada kenyataannya, Ibnu Sutowo tidak pernah diajukan ke pengadilan dan menikmati masa pensiunnya sebagai pengusaha sukses.***

 

Rekomendasi