Bagian dari Peradaban Atlantis? Ungkap Tembok Raksasa Misterius di Laut Papua yang Panjangnya Hingga 110 km

inNalar.com – Papua merupakan daerah yang berada di sisi paling timur negara Indonesia dengan luas 317. 062 km2.

Hal tersebut setara dengan 19,33 persen dari luas Negara Indonesia yang mencapai 1.890.754 km2 (Biro Pemkam Papua).

Alam Papua dapat dibilang sangat kaya bahkan salah satu tambang emas terbesar yang ada di dunia terdapat di daerah ini.

Baca Juga: Mengenal Hewan Langka Misterius Asal Kalimantan Barat, Benarkah Ada Biawak Tak Bertelinga?

Tambang emas Freeport di Papua memang dapat menghasilkan hingga berjuta-juta ons emas di setiap tahunnya.

Tak hanya itu, hutan Papua dihuni oleh berbagai jenis hewan langka dan eksotis yang beberapa jenisnya tidak bisa ditemukan di tempat lain.

Dengan keindahan alam yang dimiliki, ternyata Papua juga menyimpan hal misterius yang menakjubkan.

Baca Juga: Ngeri! Warga Gali Gunung di Mojokerto dan Temukan Istana Terpendam yang Dipenuhi oleh Jimat Misterius?

Salah satunya adalah dengan ditemukannya tembok raksasa di dasar laut beberapa tahun yang lalu dan kemudian dikenal dengan Jayapura Wall.

Melansir unggahan dari YouTube Jelajah Bumi tembok misterius ini berada di laut lepas tak jauh dari Jayapura.

Bangunan mirip tembok raksasa ini memiliki panjang 110 km dengan tinggi mencapai 1860 meter dan lebar sebesar 2700 meter.

Baca Juga: Auranya Misterius, Lukisan Kuno di Hotel Tugu Malang Jawa Timur Ini Curi Perhatian Pengunjung, Siapa Sosoknya?

Penemuan tembok raksasa ini tentu menghebohkan banyak orang termasuk para peneliti dan masyarakat lokal sehingga menimbulkan misteri yang belum sepenuhnya terpecahkan.

Beberapa ahli menyatakan kemungkinan besar tembok itu benar-benar ada pada masa sebelum es di kutub mencair.

Sejumlah daratan diketahui saling menyatu dan beberapa orang percaya bangunan ini seperti bangunan kuno.

Namun, tidak dapat dipercaya jika peradaban manusia kala itu membuat tembok dengan tinggi yang hampir setara dengan gunung.

Sedangkan, bangunan seperti menara Burj Khalifa di Dubai yang dikenal sebagai bangunan tertinggi di dunia ternyata hanya memiliki tinggi sekitar 826 meter.

Mungkinkah ini merupakan bukti adanya peradaban yang hilang? Apakah tembok raksasa ini  menjadi bagian dari peradaban Atlantis?

Melalui video youtube yang dirilis oleh Mata Ketiga, menjelaskan dalam buku The Guerilla Struggle in Irian Jaya yang ditulis oleh Robin Osborn bahwa Papua seperti surga yang hilang di mana dulunya ada peradaban maju yang sudah memiliki penerangan sendiri. 

Baca Juga: Ada Jejak Manusia Purba, Istana Goa Megah di Padalarang Jawa Barat ini Beri Kesan Misterius karena…

Kemungkinan tembok ini dibangun oleh orang yang menghuni tanah Papua dengan penduduk yang disebut Antarada. Penduduk ini memiliki ciri fisik kuat, berkulit gelap dan pekerja keras. Mereka yang membangun tembok raksasa di bawah laut Papua.

Sehingga mereka yang dapat membuat bangunan mirip benteng atau tembok raksasa di laut Papua. Tetapi tembok itu kini tidak bisa dilihat karena sudah dihapus oleh Google Maps saat menjadi pemberitaan hangat kala itu. 

Melansir informasi dari YouTube Kamar JERI, berdasarkan penuturan dari Danny Hilman Natawidjaja, Ahli Geologi dari BRIN menyatakan bahwa video (tembok raksasa) yang beredar itu tidak jelas sumber dan lokasi persisnya.

Hal ini juga disampaikan oleh Ahli Paleontologi ITB, Prof. Dr. Ir. Jahdi Zaim mengungkapkan Kemungkinan video itu karena salah interpretasi kenampakan kelurusan terhadap data bathimeri di Google maps yang banyak terjadi di dunia.

Jadi, mungkin saja tembok raksasa itu bagian dari peradaban Atlantis di masa lalu atau hanya hal unik yang terekam oleh Google masih belum diketahui secara pasti.

Dengan minimnya bukti ilmiah seperti arkelologis, geofisika atau yang lainnya dan hanya mengandalkan opini saja tentu ini tidak bisa dijadikan landasan yang kuat dalam menentukan tembok raksasa ini bagian dari peradaban Atlantis.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]