Viral! Baru Dibuka, Mall Senilai Rp 600 M di India Nyaris Bangkrut Padahal Pengunjung Membludak, Kok Bisa?

inNalar.com – Beredar video terkait pembukaan mall baru yang ada di salah satu kota di India.

Video pembukaan mall baru di India tersebut diunggah oleh akun instagram/viralsekali.

Video mall baru di India tersebut viral dan disukai oleh lebih dari 1000 orang dalam waktu 4 jam setelah diposting.

Baca Juga: Pernah Jadi Macan Asia, Begini Kehebatan Sektor Pertanian Indonesia di Era Soeharto, Kalahkan China dan India

Dalam video tersebut menampilkan lautan manusia yang memenuhi sudut mall.

Bahkan, tidak ada celah sedikit pun di dalam mall tersebut dan penuh oleh manusia.

Diketahui bahwa mall baru di India tersebut dikenal dengan nama Lulu Mall.

Baca Juga: Gagal Prank Gantung Diri, Bocah Laki-Laki 13 Tahun Asal India Tewas Terjerat Tali

Lulu Mall di Hyderabad tersebut tentunya menjadi bahan perbincangan di media sosial melihat antusias warga yang menyerbu mall baru tersebut.

Biaya pembangunan mall tersebut tidaklah sedikit yakni mencapai Rp 600 miliar.

Melihat pengunjung mall yang membludak, pasti kalian berpikir bahwa mall ini akan untung dalam waktu dekat.

Baca Juga: Heboh! McDonald’s Suplai 4.000 Makanan ke Tentara Israel, Lebanon Hingga Mesir Lakukan Aksi Boikot

Namun, tidak di sangka-sangka mall yang baru dibuka tersebut mengalami kerugian besar bahkan nyaris bangkrut.

Hal tersebut dikarenakan aksi penjarahan para pengunjung yang memadati mall tersebut.

Dalam video yang unggah oleh akun instagram/viralsekali tersebut terlihat rak-rak makanan dan supermarket berserakan dan nyaris kosong karena dijarah para pengunjung.

Pada dasarnya, barang-barang yang dijarah kebanyakan adalah makanan dan snack.

Aksi penjarahan tersebut tidak sanggup di bendung oleh pihak keamanan karena pengunjung yang begitu membludak memenuhi Lulu Mall.

Sebagai informasi, Lulu Mall merupakan mall ke-6 yang dibangun oleh Lulu Group di India.

Pemilik Lulu Mall bahkan berambisi membangun 12 mall dalam 13 tahun kedepan yang menghabiskan dana sekitar Rp 13 triliun.***

Rekomendasi