Bangun Smelter Seluas 351,03 Ha di Sultra, 4 Perusahaan Ini Ternyata Sudah Dapat Karpet Merah dari Pemerintah

inNalar.com – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ternyata telah memberikan kemudahan atau istilahnya karpet merah bagi pihak swasta dalam menanamkan modalnya ke dalam proyek smelter baru di sana.

Proyek smelter yang disebut-sebut sebagai yang terbesar di Sulawesi Tenggara tersebut rencananya bakal dibangun di lahan seluas 351,03 hektare.

Menarik banyak perusahaan swasta yang menginvestasikan modalnya dalam proyek smelter Sulawesi Tenggara, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa ternyata telah menyulap daerahnya menjadi komplek mega industri.

Baca Juga: Rampung Tahun 2023, Smelter Baru di Maluku Utara Kapasitasnya 40.500 TNi, saat Ini dalam Tahap…

Hingga saat ini, kawasan industri baru di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara tersebut masih dalam persiapan untuk operasi.

Melansir dari laman web resmi sultraprov.go.id disebutkan bahwa nominal dari investasi yang digunakan dalam mega proyek smelter tersebut disebut-sebut paling besar diantara yang lainnya.

Jika dibandingkan dengan mega industri di Morosi, nilai investasinya terpaut jauh lebih besar.

Baca Juga: Investasinya Rp9,8 Triliun, Smelter Bauksit Pertama di Kalimantan Barat Ini Saham Terbesarnya Punya China?

Berbekal pendanaan dari swasta, ternyata ada 4 perusahaan sekaligus yang ikut berinvestasi dalam proyek besar itu.

Diantara 4 perusahaan tersebut adalah PT. Cahaya Modern Metal Industri, PT. Virtue Dragon Nickel Indonesia, PT. COR Industri Indonesia dan PT. Karyatama Konawe Utara.

Berdasarkan pantauan inNalar.com pada aman resmi kppip.go.id disebutkan bahwa total investasi dari proyek ini sebesar Rp13,432 triliun.

Baca Juga: Hasilkan 1 Juta Alumina, Smelter Rp25,5 Triliun Kalimantan Barat yang Gandeng China Sempat Mangkrak 2 Tahun?

Berlokasi di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, proyek smelter baru seluas 351,03 hektare tersebut ditanggung jawabi oleh Kementerian Perindustrian.

Salah satu faktor penyebab banyaknya perusahaan swasta yang diizinkan pemerintah untuk menginvestasikan modalnya dalam beberapa proyek smelter di Indonesia sendiri adalah karena larangan ekspor nikel secara efektif yang mulai berlaku pada tahun 2020 lalu.

Kabupaten Konawe di Sulawesi Tenggara jadi salah satu daerah yang berhasil didirikan smelter baru dengan nilai investasi Rp13.432 triliun.

Adanya Smelter Konawe, diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan produski nikel di Indonesia.

Itulah informasi mengenai 4 perusahaan yang berhasil membentuk kerjasama dalam mendirikan smelter baru di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]