

inNalar.com – Sejak dulu hingga saat ini nama keluarga Cendana sangat diperhitungkan dan menjadi keluarga dengan kekuasaan yang cukup besar.
Nama keluarga Cendana mentereng di mata masyarakat. Rupanya naa tersebut merupakan filosofi yang banyak digunakan oleh para begawan.
Dari “Buku Biografi Daripada Soeharto” yang merupakan karya dari A. Yogaswara, diceritakan tentang bisnis keluarga Cendana.
Presiden Soeharto selama menjabat menjadi Presiden Republik Indonesia, dirinya memperlihatkan sikap yang dianggap membingungkan bahkan bermuka dua.
Hal tersebut dilakukan karena Soeharto di satu sisi menyatakan penegasan pemberantasan korupsi, namun disisi lain dirinya bersikap melindungi tindak korupsi.
Pelindung tersebut dilakukan Soeharto pada orang-orang terdekatnya.
Baca Juga: Raih Avicenna Award dari UNESCO, Begini Awal Mula Soeharto Jadi Tokoh Pendidikan Internasional
Hingga Soeharto pernah menyingkirkan Benny Moerdani yang berani mengingatkan Soeharto untuk mengendalikan anak-anaknya.
Hal tersebut menjadi salah satu bukti bentuk ketegasan Soeharto untuk melindungi orang-orang terdekatnya.
Diinformasikan pula dalam kasus miss management yang memiliki keterkaitan terhadap kasus korupsi mendera di perusahaan milik negara, yang dimulai dari Pertamina hingga Bulog.
Akan tetapi, yang sangat disorot oleh publik adalah mengenai bisnis Keluarga Cendana.
Ibu Tien yang merupakan istri dari Presiden Soeharto mencuat ke publik sejak awal tahun 1970 an.
Kepala Polisi Hugeng Imam Santoso mengungkap sindikat impor mobil mewah yang melibatkan nama Ibu Tien.
Setelah mengungkapkan sindikat tersebut, Kepala Polisi Hugeng dicopot dari jabatannya pada masa itu.
Tidak hanya itu, Ibu Tien juga “memungut” sumbangan yang berasal dari pejabat -pejabat. Daerah yang ditujukan untuk pembangunan proyek Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Dana yang berhasil terkumpul itu bernilai miliaran rupiah, dan dianggap oleh para mahasiswa sebagai pemborosan mengingat pada saat itu Indonesians masih dalam kategori negara miskin.
Kendati demikian, menghadapi protes yang berasal dari mahasiswa tersebut, Soeharto meuding balik para mahasiswa yang telah dimanfaatkan oleh kelompok tertentu guna tujuan politik.
Kerajaan bisnis keluarga Cendana semakin menjadi-jadi saat anak-anak dari Presiden Soeharto mulai beranjak dewasa.
Tommy yang merupakan putra bungsu dari Soeharto merupakan anaknya yang paling cekatan dalam bidang bisnis.
Pada tahun 1984 membangun Humpuss bersama kakaknya, Sigit Harjoyudanto.
Dilanjutkan pula bahwa dengan modal koneksi dari ayahnya yang merupakan seorang presiden, sehingga bisa melakukan lobi-lobi terhadap bisnis BUMN menurut (Elson, 2001:477).
Tidak hanya Tommy, Bambang Trihatmodjo yang merupakan kakaknya Tommy mendirikan Bimantara pada tau. 1982.
Usaha Bambang, berhasil menguasai pada. Idang pembangunan hotel, tanah, monopoli ekspor yang termasuk berasal dari Pertamina, dan monopoli impor plastik dijalani anak Soeharto ini dengan sangat sukses.
Saat itu juga, Bambang mencoba untuk masuk ke dalam bisnis komunikasi dengan mendirikan Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) dan dengan mudahnya pemerintah membuka jalan melalui pencabutan larangan mengenai televisi komersial pada tahun 1988.
Tidak hanya kedua anak lelaki Soeharto, Tutut mendirikan Citra Lamtoro Gung yang dibangunnya tahun 1983 bersama suami serta saudara – saudara perempuannya.
Tidak hanya itu, Tutut juga melakukan akuisis pada TPI (Televisi Pendidikan Indonesia).
Sedangkan anak-anak Soeharto merupakan pemegang saham dari perusahaan-perusahaan besar seperti BCA, ataupun perusahaan lain yang dimiliki oleh rekan ayahnya.
Sebegitu besarnya kerajaan Bisnis yang dibangun oleh Keluarga Cendana, tidak hanya bisnis yang ada di dalam negeri, tetapi pula bisnis di luar negeri. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi