

inNalar.com – Sejak tahun lalu, pembangunan rel kereta api layang di Simpang Joglo, Solo sudah dimulai.
Rel kereta api layang Simpang Joglo ini diperkirakan rampung pada akhir tahun 2023.
Pemerintah Jawa Tengah mengharapkan rel layang ini nantinya dapat mengatasi kemacetan di Solo.
Dilansir inNalar.com dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, berikut faktanya.
Bakal Jadi yang Terpanjang di Indonesia
Pemerintah akan membangun rel ganda Solo – Semarang sepanjang 10 kilometer spoor (Km’sp), dan sekitar 1,8 Km’sp-nya akan dibangun elevated atau layang.
Pada bulan Januari tahun 2022, gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beserta walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, telah meninjau lokasi.
Dana yang dianggarkan untuk membangun rel layang Simpang Joglo mencapai Rp 980 miliar rupiah.
Dana tersebut meliputi semua penataan yang dilakukan sesuai tugas masing-masing departemen.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub mengerjakan rel ganda dan rel layang.
Kementerian PUPR mengerjakan pembangunan underpass jalan nasional yang nantinya menghubungkan Jl. Sumpah Pemuda dan Jl. Ki Mangunsarkoro.
Sementara pembebasan lahan, tentunya digarap oleh pemerintah Kota Solo serta pemerintah provinsi Jawa Tengah.
Mengadopsi Kearifan Lokal
Berwarna merah dan megah, desain baja rel layang Simpang Joglo ternyata diadopsi dari kearifan lokal.
Kearifan tersebut merupakan khas Solo, yaitu Batik Sidomukti, Pasar Klewer, dan Keraton Mangkunegaran.
Dapat Mengatasi Kemacetan dan Banjir
Jalur di Simpang Joglo sangat padat karena dilintasi oleh tiga jenis kereta, yaitu kereta jarak jauh, kereta Bandara Adi Sumarmo, dan komuter Solo-Jogja.
Oleh karena itu, kedatangan kereta di jalur tersebut biasanya lebih dari 30 menit.
Pembangunan rel layang Simpang Joglo ini diharapkan mampu meringkas waktu kedatangan menjadi 15 menit.
Selain itu, jalur layang yang dibangun membuat kereta api tak perlu membelah jalanan sehingga laju kendaraan tidak macet.
Menariknya, di Simpang Joglo juga akan dibangun drainase menuju sungai Kalianyar, sehingga banjir dapat teratasi.
Sementara jalur tikus, gorong-gorong, dan semua dampak pembangunan rel layang sudah dipikirkan pemerintah.
Progres Pembangunan
Dilansir inNalar.com dari video YouTube yang diunggah oleh akun MasDon Channel, progres pembangunan saat ini sudah mencapai lebih dari 70 persen.
Sebagian jalan sempat ditutup, karena baja bagian tengah rel layang mulai dipasang dengan bantuan mesin berat raksasa.
Pada pertengahan Oktober 2023, satu jalur rel kereta api terpantau masih difungsikan dan masih bisa dilewati.
Rel layang Simpang Joglo yang nantinya menjadi ikon kota Solo sudah bisa disaksikan kemegahannya. ***