

inNalar.com – Proyek flyover di Pekanbaru, Riau ini baru akan dilangsungkan pada tahun 2025.
Pembangunan flyover di Riau ini akan dilakukan di persimpangan Jalan HR Soebrantas dan Garuda Sakti.
Wacana tentang pembangunan flyover di Pekanbaru ini sudah muncul sejak tahun 2021 yang lalu.
Munculnya wacana ini adalah karena keluhan masyarakat terkait kemacetan dan tingginya arus lalu lintas di Jalan HR Soebrantas dan Garuda Sakti.
Selain itu, karena tidak ada lampu merah (traffic light) menyebabkan pengendara saling terobos satu sama lain.
Hal ini juga menjadi penyebab kenapa sering terjadi kemacetan di Jalan HR Soebrantas dan Garuda Sakti, Pekanbaru, Riau.
Akan tetapi, belum sempat pembangunannya dimulai, pembangunan flyover Soebrantas-Garuda Sakti sudah diusulkan agar panjangnya dipangkas.
Dilansir inNalar.com dari Media Center Riau, Kementerian PUPR meminta agar panjang dari elevasi atau bentang jembatan flyover ini mencapai 400 meter.
Namun, panjang elevasi ini masih dalam negosiasi ulang karena apabila mengikuti permintaan dari kementerian, hal ini akan berdampak pada dana dan juga lahan yang akan digunakan.
Pihak Provinsi Riau mengusulkan ke kementerian agar elevasi (bentang jembatan) flyover diperpendek hingga 250 meter.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri sudah menyiapkan dana sebesar Rp5,3 miliar untuk ganti rugi lahan.
Adapun dana ganti rugi ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD 2023.
Apabila usulan elevasi flyover sepanjang 250 meter disetujui, maka, DED ( Detail Engineering Design) dari proyek ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2024.
Namun, apabila usulan tersebut tidak diterima, maka, konsekuensinya akan ada banyak lahan dan bangunan warga yang harus dibebaskan.
Kemudian, setelah proses ganti rugi pembebasan lahan selesai, pekerjaan konstruksi dari flyover ini diperkirakan akan dimulai pada tahun 2025.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi