Nilainya Rp103 M, Nama Masjid Terbesar se-Sumatera di Batam Ini Diambil dari Pahlawan Kepulauan Riau, Tebak?

inNalar.com – Bukan Batam namanya jika bangunan infrastruktur tidak memiliki makna filosofis di baliknya. Hal tersebut seolah menjadi ciri khas dari pembangunan kota berkelanjutan di Kepulauan Riau tersebut.

Salah satu infrastruktur termegah senilai Rp103 miliar di Kota Batam ini adalah Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang disebut menjadi rumah ibadah terbesar di Sumatera.

Apabila diperhatikan lagi, masjid ikonik di salah satu kota yang ada di Kepulauan Riau ini memiliki detail desain bangunan masjid yang cukup unik dan megah.

Baca Juga: Pertama di Indonesia, Jawa Tengah Punya Tol Tanggul Laut di Semarang – Demak, Dibangun di Atas Daratan Lenyap?

Pasalnya, rumah ibadah ini berdiri dengan corak budaya Islam dari tiga kawasan, yaitu Melayu, Turki, dan khas Arab.

Menurut sejarahnya, awal mula pembangunan masjid terbesar di Batam ini disebabkan karena Walikota Batam, Muhammad Rudi merasa terenyuh melihat banyak pekerja yang nampak tergesa-gesa melihat mereka meninggalkan tempatnya usai menjalankan sholat Jumat.

Usut punya usut, ternyata para pekerja yang berasal dari pabrik dan galangan kapal yang ada di kawasan Batuaji jaraknya sangat jauh.

Baca Juga: Mengenal Suku Pada Kawasan Kaki Gunung Bromo, Ciri Khas Simpul Kain Sebagai Identitas Diri Khususnya Perempuan

Sejak itulah kemantapan pembangunan masjid terbesar di Batam, Kepulauan Riau diwujudkan hingga berhasil diresmikan pada 20 September 2019.

Itu pula mengapa masjid ini berada di Kecamatan Batu Aji, usai dibangun dan diresmikan seketika tempat ibadah umat Islam ini menjadi destinasi wisata religi terfavorit warga Batam.

Bagaimana tidak, desain bangunannya sangat megah dengan ruang sholatnya saja meluas hingga 3.969 meter persegi.

Baca Juga: Kulik Masa Muda Soeharto, dari Berkeliling Sepeda ke Seluruh Kampung hingga Merobek Kain Sang Bibi!

Adapun kapasitas jamaahnya mampu menampung 5.555 orang dengan daya tampung maksimalnya mencapai 24.536 orang apabila seluruh sudut bangunan digunakan dalam sekali momen ibadah sholat.

Tahukah bahwa tinggi menara Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah ini angkanya sebanyak jumlah asmaul husna, yakni 99 meter.

Ornamen paling bikin pengunjung berasa seperti di negeri Arab adalah payung membran permanennya yang berukuran 25 x 25 meter di area terbukanya.

Selain itu, tinggi payung membran tersebut menjulang hingga 17 meter. Rupanya proses pembangunan masjid ini sudah diniatkan oleh Muhammad Rudi sejak tahun 2011, yakni saat dirinya masih menjabat sebagai wakil walikota Batam.

Akhirnya lahan 4,2 hektare tersebut mendapat izin realisasi pembangunan Masjid terbesar di Sumatera ini dan langsung masuk dalam APBD Batam tahun 2017.

Dilansir dari laman BPK Kepulauan Riau, pembangunan rumah ibadah ini sempat melambat saat pandemi Covid-19. Meski begitu, realisasi pembangunan tetap berlanjut.

Pembangunannya bersifat fleksibel. Maksudnya adalah proses pengerjaan dilakukan tergantung kesesuaian anggaran yang ada.

Namun tidak disangka, Masjid ini memiliki luas bangunan hingga 58 ribu meter persegi terhitung dari ruang basement sampai ke lantai teratas.

Hingga kini menurut data yang diinformasikan melalui laman Kominfo Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, jumlah masjid di Kota Batam sebanyak 880 unit yang tersebar di berbagai daerah.***

 

Rekomendasi