

inNalar.com – Presiden ke -2 Indonesia, Soeharto, dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia.
Presiden dengan nama Soeharto dan memiliki pangkat sebagai Mayor Jenderal serta merupakan presiden terlama di Indonesia.
Berdasarkan laporan dari Forbes, Soeharto dinobatkan menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Bahkan, Soeharto masuk ke dalam urutan keenam sebagai orang terkaya di dunia.
Kekayaan bersih Soeharto hingga mencapai 16 miliar dollar.
Melansir dari akun tiktok @marchais_channel diketahui bahwa Soeharto memiliki total kekayaan 16 miliar dollar.
Baca Juga: Soeharto Jelaskan Indonesia Bangun 9000 KUD Koperasi Unit Desa, 5000 KUD Telah Mandiri?
Sedangkan keluarga Soeharto sendiri memiliki total kekayaan yang mencapai 39 miliar dollar.
Bahkan disebut-sebut kekayaan yang dimiliki oleh Soeharto tidak akan habis hingga 7 turunan.
Selain itu, kekayaan dari Soeharto diketahui diperoleh dari yayasan amal yang dimilikinya.
Baca Juga: Serba-serbi Penyusunan Supersemar yang Disahkan Soekarno: Jadi Awal Kekuasaan Soeharto Dimulai
Uang yang berhasil dikumpulkan melalui badan amal tersebut digunakan untuk mendukung operasi politiknya.
Operasi politik yang dilakukan oleh Soeharto melalui partai Golkar yang dikuasainya.
Sehingga dana-dana yang didapatkan dari yayasan amalnya tersalur ke partai Golkar.
Saat masih menjadi presiden, Soeharto sudah memiliki kekayaan mencapai 4 miliar dollar Amerika atau setara dengan Rp 55 triliun.
Jumlah tersebut sudah termasuk dari aset yang dimiliki oleh keluarga Cendana.
Tidak hanya itu, Soeharto juga memiliki tanah dengan luas 3,6 hektar dengan real estate yang tersebar di beberapa kota besar.
Pada tahun 1998, The Washington Post pernah menerbitkan informasi mengenai kekayaan Soeharto.
Saat itu, kekayaan bersih Soeharto telah mencapai 16 miliar dolar Amerika yang setara dengan Rp 245,2 triliun.
Serta memiliki kekayaan bersama keluarga hingga 30 miliar dolar Amerika yang setara dengan Rp 459,8 triliun.
Ternyata jumlah kekayaan yang fantastis tersebut diketahui oleh para kritikus, sehingga mereka menyerukan penyelidikan ke Soeharto.
Penyelidikan tersebut ditujukan untuk mengetahui apakah Presiden ke-2 RI itu mentransfer kekayaannya ke rekening bank rahasia di Eropa.
Para kritikus yang berada dari anak-anak muda membuat gerakan untuk menggulingkan rezim Orde Baru di era Soeharto itu.
Gerakan itu dilakukan dengan hati-hati untuk merebut sebagian dari kekayaan yang dimiliki oleh keluarganya.
Jika hal tersebut berhasil dilakukan maka kekayaan tersebut akan diserahkan ke perbendaharaan negara.
Tidak lama setelah itu, kekuasaan presiden Soeharto akhirnya berakhir pada tahun 1998 dan digantikan oleh Bj Habibie.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi