Suhu Airnya Dingin 14 Derajat Celsius, Danau Pada Kaki Gunung Semeru di Desa Jatim Ini Bisa Jadi Pelepas Penat

 

inNalar.com – Penat akan ramainya suasana kota membuat sebagian orang mencari tempat healing yang damai dan tenang. 

Pedesaan sering kali dijadikan tempat wisata atau healing dikarenakan lokasinya yang cukup asri yang tenang. 

Salah satu desa di Jawa Timur ini menawarkan hal tersebut dengan suasana yang damai serta asri pada indahnya danau. 

Baca Juga: Dipeluk Perpustakaan, Candi Kimpulan di UII Yogyakarta Ini Tertimbun Erupsi Merapi, Ada Sejak Abad 10 Masehi?

Danau ini terletak pada kaki Gunung Semeru dan menjadi salah satu danau dengan lokasi tertinggi di Indonesia. 

Memiliki keberadaan di ketinggian 2.100 mdpl dengan suhu air yang dingin mencapai 14 derajat celsius. 

Desa ini juga masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia pada tahun 2021.

Baca Juga: Gak Perlu ke Afrika, Bandung Ternyata Punya Wisata Savana Cantik, Bisa Lihat Golden Hour dan Kasih Makan Rusa

Sebuah desa yang paling populer bagi para pendaki Gunung Semeru yang berada di ketinggian 2.100 mdpl. 

Memiliki luas wilayah 35,79 km2 yang terbagi menjadi tanah pertanian seluas 203,94 hektar dan tanah pekarangan 64,66 hektar. 

Serta lainnya 3.309,15 hektar dengan jumlah penduduk mencapai 1.345 jiwa di tahun 2016, melansir dari Jadesta. 

Baca Juga: Gak Cuma di Indonesia! Perkampungan Jawa Ternyata Juga Menyebar Sampai ke Negeri Jiran, Kok Bisa?

Penduduk desa ini sebagian besar bekerja sebagai petani dengan melimpahnya hasil dan meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. 

Desa ini adalah Desa Ranupani yang berada di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang

Dahulu desa ini merupakan dusun pada bagian Desa Argosari dan pada 2001 terjadi pemekaran wilayah. 

Mempunyai tiga danau yang bisa menjadi tempat untuk ‘menyepi’ dan mencari ketenangan, danau tersebut adalah Danau Ranupani, Danau Ranu Regulo dan Danau Ranu Kumbolo.

Desa wisata Ranupani ini juga menawarkan pengalaman berkuda dalam mengelilingi daerah sekitar. 

Selain itu terdapat rumah budaya sebagai sanggar tari dan musik serta menjadi tempat pertemuan dan ruang penyambutan tokoh penting. 

Melansir dari Pemprov Jatim, di desa pintu gerbang Semeru ini pendaki mendapatkan edukasi dan pengecekan persiapan oleh relawan seperti Cak Yo.*** 

 

Rekomendasi