Korek Dana Rp920 Miliar, Dibalik Bendungan Multifungsi di Lampung Ini Terdapat Monumen Bersejarah, Apa Itu?

inNalar.com – Bendungan Batu Tegi berada di Kabupaten Tenggamus, Lampung.

Bendungan Batu Tegi, Lampung termasuk dalam bendungan alternatif untuk perkembangan irigasi Way Sekampung.

Bendungan Batu Tegi di Lampung ini sudah dibangun sejak 1994.

Baca Juga: Miris! 7 Daerah Dengan Penduduk Paling Miskin di Indonesia: Lampung, NTT dan Sumatera Utara Mendominasi?

Bendungan yang dapat memenuhi kebutuhan air irigasi ke Bendungan Argoguruh ini diresmikan oleh Presiden Megawati Sokarno Putri pada 2004.

Termasuk dalam multifungsi, selain untuk irigasi, bendungan ini dapat digunakan sebagai PLTA.

Khusus wilayah Lampung, PLTA Bendungan Batu Tegi dapat menghasilkan listrik dengan kapasitas sebesar 125,2 gigawatt untuk per tahunnya.

Baca Juga: Bukan Palas, Ternyata Ini Kecamatan di Lampung Selatan yang Dapat Dana Desa Terkecil, Cuma Rp 3 Miliar?

Pasukan listrik untuk PLN juga tersedia di bendungan ini sebesar 2 x 14 MW.

Selain itu bisa dijadikan untuk penyedian air baku sebagai bahan air minum di Kota Bandar Lampung dan kawasan Beranti di Kampung Lampung Selatan.

Membutuhkan kurun waktu selama 3 jam dengan jarak sekitar 85 km jika ingin pergi ke bendungan ini dari Kota Bandar Lampung.

Baca Juga: Telan Dana Rp846 Miliar, Bendungan Margatiga di Lampung Akhirnya Selesai Dibangun, Kapasitasnya Capai…

Melansir dari PUPR, pembangunan Bendungan Batu Tegi mengorek dana sebesar Rp920 miliar.

Kapasitas dari bendungan di Lampung ini dapat menahan debit air sebanyak 9 juta meter kubik.

Air yang di bendungan ini bersumber dari dua sungai yang ada di Lampung, yaitu Sungai Way Sekampung dan Sungai Seputih.

Tempat penampung air ini juga memiliki monumen sejarah.

Monumen sejarah di Bendungan Batu Tegi, Lampung dijadikan sebagai tanda untuk mengenang jasa orang-orang dahulu.

Jasa dari orang-orang para pekerja yang telah berjasa membangun bendungan ini.

Saat pengerjaan, ada 13 orang yang meninggal akibat tertimpa alat berat untuk mengecor semen yang beratnya puluhan ton.

Oleh sebab itulah, dibangun sebuah monumen sejarah, bahkan nama-nama korban juga tertera di monumen tersebut. ***

Rekomendasi