

inNalar.com – Dalam rangka meningkatkan perekonomian suatu daerah, pengembangan infrastuktur pun harus dibenahi satu-persatu.
Proyek-proyek infrastuktur daerah di Indonesia dapat terealisasikan dalam kurun waktu yang sangat singkat karena adanya sumber daya manusia dan berbagai dukungan lain.
Membahas mengenai proyek singkat, jawabannya tidak lain adalah Proyek Strategis Nasional, yang membawahi berbagai proyek infrastuktur seperti halnya tol hingga bandara.
Melansir informasi yang disampaikan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastuktur Prioritas, terdapat proyek tol di Serang Banten yang ditujukan jadi akses KEK.
Apa itu KEK?
KEK merupakan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung serta Taman Nasional Ujung Kulon.
Berdasarkan pantauan inNalar.com, proyek yang dibangun dengan panjang sekitar 83,6 kilometer tersebut terdiri dari tiga seksi yang berbeda.
Seksi yang pertama, menghubungkan Serang dan Rangkasbitung.
Kemudian, seksi keduanya menghubungkan daerah Rangkasbitung menuju ke Bojong dan sebaliknya.
Lalu, seksi ketiganya sendiri menghubungkan daerah Bojong menuju Panimbang dan sebaliknya.
Diketahui, proyek Jalan Tol Serang-Panimbang di Banten tersebut statusnya baru beroperasi sebagian.
Menurut informasi yang dilansir dari laman kppip.go.id, disebutkan bahwa Proyek Strategis Nasional yang ditempatkan di Serang Banten tersebut menelan dana investasi dengan total Rp9,934 Triliun.
Sumber dana investasi dari proyek ini diketahui berasal dari berbagai pihak.
Ada sebagian yang berasal dari APBN hingga APBD dengan nilai Rp4,604 Triliun.
Adapula, sebagian lainnya yang berasal dari pihak swasata, yakni sebesar Rp5,330 Triliun.
Itulah sekilas informasi mengenai Proyek Strategis Nasional Jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 kilometer di Banten yang jadi akses khusus ke KEK.***