

inNalar.com – Bandara Kualanamu merupakan Bandara Internasional yang terletak di Sumatera Utara.
Bandara ini dibangun diatas tanah dengan luas 1,365 hektar. Panjang runway dari bandara Kualanamu adalah 3750 meter.
Panjang landasan bandara tersebut mampu untuk didarati oleh pesawat jenis B 747-400 dengan fasilitas berstandar internasional.
Perencanaan pembangunan bandara tersebut sudah dimulai sejak tahun 1994 melalui penerbitan Keputusan Presiden Nomor 76 Tahun 1994.
Keputusan tersebut membuat tentang pembentukan Panitia Pemindahan Bandar Udara Polonia Medan.
Informasi tersebut diperoleh dari website resmi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Namun, pada 27 April tahun 2023, Bandara di Sumatera Utara ini menggegerkan masyarakat hingga media asing.
Pasalnya ditemukan seorang jenazah seorang wanita tewas yang berada di bawah lift Bandara Kualanamu.
Sangking gemparnya tragedi tewasnya wanita dibawah lift di bandara tersebut sehingga menjadi sorotan media asing .
Baca Juga: Ziazatun Nihayati, Wanita Pencuri Hati Mahfud MD Sekaligus Support System Pendukung Kesuksesannya
Ada beberapa media asing yang menayangkan berita soal tewasnya seorang wanita di Bandara Kualanamu.
Media-media tersebut diantaranya adalah BBC, The Sun, dan 9 News dengan judul yang berbeda-beda tentang bandara ini.
Diketahui bahwa jenazah wanita yang ditemukan di bawah lift bandara tersebut bernama Aisyah Shunta Hasibuan berusia 43 tahun.
Dilihat dari rekaman kamera pengintai terlihat bahwa korban tewas akibat terjatuh dari lift.
Kejadian tersebut terjadi saat Aisyah panik karena berdiri di depan pintu lift yang salah saat dirinya telah sampai di lantai yang dituju.
Pintu yang menjadi tempat keluar Aisyah berada di depannya, namun yang terbuka malah pintu yang ada dibelakangnya.
Karena panik, Aisyah mencoba membuka paksa pintu yang berada di depannya hingga salah melangkah yang mengakibatkan dirinya terjatuh.
Hal tersebut diketahui melalui rekaman CCTV yang terpasang didalam lift Bandara Kualanamu.
Akan tetapi, kematian dari korban tersebut masih dipastikan kembali apakah terjadi karena terjatuh atau karena benda-benda lain yang berada dibawahnya.
Sebelumnya ternyata, Aisyah sudah dinyatakan hilang dalam waktu 3 hari, sejak 24 April dan ditemukan 27 April.
Dari kejadian itu, keamanan dari lift bandara dipertanyakan. Akan tetapi, saat diperiksa lift tersebut berfungsi dengan normal.
Pihak keluarga Aisyah membuat laporan kepada pihak Bareskrim Polri, Jakarta pada 2 Mei 2023.
Pelaporan tersebut dilakukan oleh keluarga korban untuk memperoleh keadilan dari insiden mengenaskan tersebut.
Laporan yang diajukan oleh Ahmad Faisal yang merupakan suami dari korban dengan 6, perusahaan terlapor.
Keenam perusahaan tersebut adalah PT Angkasa Pura Aviasi, PT Angkasa Pura II, PT Angkasa Pura Solusi, GMR Airport Consortium, GMR Airport, serta Aeroports De Paris.
Keenam perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang berada dibawah naungan asing.
Ternyata perusahaan-perusahaan itu merupakan milik dari India dan Prancis.***