

InNalar.com – Satu-satunya kereta gantung tertinggi di Indonesia yang mencapai 3500+ mdpl.
Kereta gantung yang termasuk ke dalam kereta terpanjang di dunia ini berada di daerah Papua.
Pada masanya, kereta gantung ini merupakan kereta tanpa hambatan terpanjang di dunia.
Kereta gantung tertinggi di Indonesia ini memiliki kapasitas penumpang sebanyak 100 penumpang.
Kereta yang dibangun pada 1989 dan mulai bereporasi dari 1990 hingga saat ini. Kereta yang memiliki panjang lintasan sepanjang 1594.75 meter.
Dilansir dalam unggahan Youtube leonardo Edwin, terlihat jika ruang kereta gantung sangat besar dan muat untuk 100 orang.
saat penumpang sudah berada di dalam kereta gantung ini, mereka akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah dan terlihat tram pertama.
Di seberang tram pertama terdapat juga tram yang dibangun pada 1971 dan selesai pada 1972. Jadi, 18 tahun lebih awal dari kereta gantung.
Kereta gantung seberang hanya dikhususkan untuk barang, dan jika pada hari Kamis bisa untuk mengangkut penumpang ketika tram nomor 2 sedang under maintance.
Perjalanan menggunakan kereta gantung terbilang cepat, dengan jarak tempuh sepanjang 1,5 km hanya mebutuhkan waktu tempuh 23 menit.
Terlihat juga tram nomor 1 sedang turun untuk mengangkut kontainer. Bisa dipaastikan untuk setiap Hari Kamis tram 2 sedang maintance.
Tidak hanya untuk mengangkut penumpang, tram nomor 2 juga dapat digunakan untuk mengangkut kontainer.
Jika sewaktu-waktu membutuhkan maintance, membutuhkan pergantian angkor , dapat dilakukan dari atas.
Dari sekian banyaknya tram, dan setiap tram yang sudah berusia 2 tahun akan mengalami pergantian.
Di atas ketinggian 3500 MBPL, letak kereta gantung ini lebih tinggi dari puncak ke 2 di Pulau Jawa.
Hal tersebut dikarenakan puncak kereta gantung memiliki ketinggian lebih tinggi dari Gunung Slamet karena Gunung Slamet hanya memiliki tinggi 3400 MDBL.
Dari ketinggian 3500 MDPL tersebut membuat saturasi oksigen seseorang sangat berkurang. Jadi, ketika seseorang sedang berjalan di area tersebut harus berjalan dengan pelan.***