Intip Profil Muhammad Albarra, Wakil Bupati Mojokerto yang Kekayaannya Melebihi Bupati Mojokerto!

inNalar.com – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto Ikfina Fahmawati dan Muhammad Albarra telah resmi dilantik pada tahun 2020 lalu.

Kedua pasangan tersebut meraih kemenangan telak untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mojokerto.

Namun, ada sisi menarik yang dapat dilihat dari pasangan Bupati dan Wakil Bupati tersebut. Harta kekayaan Wakil Bupati lebih besar dibandingkan Bupatinya.

Baca Juga: Segini Harta Kekayaan Wabup Mojokerto Muhammad Albarra, Kepala Daerah yang Turut Melaporkan Gugatan Ke MK

Menurut e-lkhpn harta kekayaan Muhammad Albarra wabup Mojokerto tersebut mencapai Rp. 60 M, terpaut jauh dari Ikfina Fahmawati yang hanya memiliki kekayaan sekitar Rp. 10 M saja.

Harta kekayaan tersebut didapatkan dari e-lhkpn dengan tahun laporan pada tahun 2022 lalu. Lantas siapa Muhammad Albarra yang kekayaannya melebihi Bupati Ikfina Fahmawati.

Profil Muhammad Albarra

Muhammad Albarra merupakan Wakil Bupati Mojokerto saat ini yang sedang menjabat. Beliau merupakan anak dari Pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto.

Baca Juga: Kereta Gantung Tertinggi di Indonesia Capai 3500+ MDPL: Menjadi Kereta Terpanjang di Dunia?

K.H. Asep Saifuddin Chalim pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini merupakan seorang ayah bagi Muhammad Albarra.

Diketahui beliau juga merupakan putra sulung dari K.H Asep Saifuddin Chalim, sekaligus cucu dari salah satu pendiri organisasi besar di Indonesia Nahdlotul Ulama.

K.H. Abdul Chalim merupakan salah satu pendiri ormas terbesar di Indonesia saat ini, sekaligus kakek dari Muhammad Albarra.

Baca Juga: Sebanyak 500 Orang Tewas dalam Ledakan di Rumah Sakit di Kota Gaza, Hamas dan Israel Saling Menyalahkan

Dari latar belakang pendidikan Muhammad Albarra juga besar di Pondok Pesantren. Sejak kecil pria dengan sapaan akrab Gus Barra ini telah menempuh pendidikan dasar di Pondok Pesantren Al Munawariah Malang.

Beliau disana selama 4 tahun lamanya, kemudian setelah itu, Muhammad Albarra dipindahkan oleh Kyai Asep ke Pondok Pesantren Nurul Qudus Beji Pasuruan yang diasuh langsung oleh K.H. Masud.

Tak lama kemudian, Gus Bara ini melanjutkan studinya di Sidoarjo tepatnya di Pondok Khozini yang terletak di Buduran.

Ketika melanjutkan ke jenjang Madrasah Tsanawiyah atau setingkat SMP Muhammad Albarra memilih di Ponpes Amanatul Ummah milik Ayahnya sendiri. Serta melanjutkan jenjang Madrasah Aliyah di tempat yang sama.

Setelah pencapaian pendidikan formal yang telah diselesaikan Muhammad Albarra kembali melanjutkan ‘mondok’ di Ponpes Langitan Tuban sebelum memutuskan untuk berangkat ke Mesir.

Setelah dirasa cukup untuk nyantri di Pondok Pesantren Langitan Tuban, Muhammad Albarra melanjutkan studi formalnya ke jenjang yang lebih tinggi.

Beliau menyelesaikan jenjang Sarjana dan Magister ditempuh di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Setelah menyelesaikan studi magisternya, Muhammad Albarra memutuskan untuk kembali ke Indonesia.

Dengan melanjutkan studinya di Universitas Padjajaran menempuh gelar Doktor. Keberhasilan yang diraih di bidang Akademik tersebut membuat Gus Barra yakin atas prestasi lain yang sudah menunggunya.

Beliau pada akhirnya terjun ke dunia politik dan mencalonkan diri bersama Ikfina Fahmawati, untuk menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]