

inNalar.com – Istilah ‘blusukan’ seringkali jadi salah satu progam pemerintah yang menjadikan masyarakat mampu menyampaikan aspirasinya kepada pemimpin negara langsung, salah satunya Soeharto.
Ternyata blusukan bukan hal yang pertama dilakukan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo saja namun juga era Soeharto.
Namun, istilah blusukan ini juga telah dilakukan oleh presiden ke-2 RI, yakni Presiden Soeharto di Masa Pemerintahan Orde Baru.
Baca Juga: Kekayaan Bupati Berau Kalimantan Timur Sri Juniarsih Mas Meningkat Tiap Tahunnya, Baru Saja Menikah?
Mengingat Masa Pemerintahan Orde Baru, ternyata banyak masyarakat yang merindukan kepemimpinan Presiden kedua RI ini.
Presiden Soeharto memimpin Negara Indonesia dalam kurun waktu yang cukup lama, yakni 32 tahun.
Menilik Masa Orde Baru, ternyata Presiden ke-2 Indonesia pernah melakukan blusukan ke berbagai daerah.
Namun pada saat era Soeharto, istilah ‘blusukan’ sendiri belum dikenal oleh publik.
Taktik blusukannya, saat mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dalah tanpa diketahui oleh pejabat dari daerah tersebut.
Sehingga, jika ada berbagai keluhan dari masyarakat mengenai kepemimpinan pejabat daerah tersebut ataupun progam pemerintahannya yang kurang dapat langsung tersampaikan ke Soeharto.
Baca Juga: Miliki Kapasitas 2 Kali 1000 MW, PLTU Batang Penuhi Supply Listrik 13 Juta Penduduk di Jawa Tengah?
Biasanya ia tidak menginap di hotel maupun apartemen saat blusukan.
Melainkan Soeharto menginap di rumah-rumah maupun permukiman warga setempat, agar tak banyak diketahui pejabat daerah.
Kemudian, Soeharto juga melakukan penyamaran sebagai rakyat biasa, sehingga saat ada pejabat daerah yang tertangkap basah melakukan tindakan yang kurang berkenan dibuat ketar-ketir saat menatap wajahnya.
Nah, kisah mengenai blusukan Soeharto ini ternyata ditulis oleh seorang mantan ajudannya, yakni Try Sutrisno.
Try Sutrisno menuliskan kisah kepemimpinan Soeharto termasuk progam ‘blusukan’ tadi ke dalam buku yang berjudul The Untold Stories’
Itulah sekilas informasi mengenai ‘blusukan’ Soeharto yang tak banyak ditiru oleh pemimpin masa kini.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi