

inNalar.com – Sebuah struktur piramida baru, ditemukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di lereng bukit yang indah, Sumatera Utara, bernama Piramida Toba.
Tepatnya berada di kawasan danau Toba, struktur Piramida ini membuat geger para peneliti dan masyarakat sekitar.
Dilansir dari YouTube Makna Masa, diketahui bahwa hal ini terjadi karena struktur Piramida berkamuflase seperti bunglon, sehingga tidak terlihat bentuknya.
Berada di tengah hutan wilayah Desa Simamora, membuat struktur bangunan ini dipenuhi dengan tanaman hijau yang menutupinya.
Sehingga hanya sedikit orang saja yang mengetahui keberadaannya. Namun seiring berjalannya waktu, Piramida Toba kini semakin terbuka.
Masyarakat setempat pun juga mulai meyakini dan menyadari, ada nilai-nilai sejarah yang dimiliki oleh bangunan tersebut.
Baca Juga: Titik Api Muncul Lagi, Gunung Lawu Magetan Kembali Terbakar hingga Berdampak ke Pos 3 Cemoro Sewu
Seorang ahli mengatakan, bentukan struktur bagunan ini terlihat menyatu dengan kondisi morfologi alamiahnya, sehingga Piramida Toba seakan berkamuflase seperti bunglon.
Jika melihat pada tebing hutan, dan tidak benar-benar memperhatikan, maka struktur bangunan ini tidak akan terlihat.
Kalaupun dapat melihatnya, kemungkinan besar, seseorang tidak akan menyangka bahwa itu adalah buatan manusia. Piramida Toba, merupakan sebuah nama yang jarang terdengar di masyarakat Indonesia.
Dulu, masyarakat sekitar mengenal Piramida ini hanya sebagai sebuah bekas dusun tua, dan lokasi pemakaman.
Profesor Danny Hilman Natawidjaja dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengatakan bahwa tidak hanya memiliki tampilan luar, namun struktur Piramida juga memiliki keberadaan yang utuh.
Terdiri dari teras batu yang membentang dari bawah hingga puncaknya, Piramida Toba ini memiliki tinggi sekitar 120 meter.
Penemuan ini berawal tidak sengaja, ketika profesor BRIN sedang meneliti jalur gempa di lokasi tersebut.
Profesor Danny juga katakan, struktur Piramida di Sumatera Utara ini hampir sama dengan Gunung Padang Cianjur Jawa Barat.
Terutama dalam penyusunan batu dan teras pada bangunan ini. Perbedaannya adalah, struktur Piramida Toba memiliki bentuk yang utuh, sedangkan Gunung Padang hanya utuh di bagian puncaknya.
Tidak seperti Piramida Mesir yang terkenal, bentuk bangunan ini dilapisi oleh toba tuff, yakni hasil dari letusan Supervolcano 74.000 tahun yang lalu. Sehingga Piramida Toba, memiliki sebuah keunikan yang tidak bisa dijumpai di tempat lain.
Peneliti sesar aktif dan bahaya kegempaan pertama di Indonesia itu juga menambahkan, struktur Piramida utuh inilah, yang menjadi alasan mengapa restorasi dan pemulihannya tidak akan sulit.
Karena mungkin, hanya dibutuhkan pembersihan alang-alang dan pohon- pohon di sekitar untuk mengembalikan keindahan aslinya.
Namun pasti tetap diperlukan studi geologi dan arkeologi yang mendalam, untuk mempelajari lebih lanjut tentang Piramida Toba.
Tentang bagaimana dan mengapa Piramida ini dibentuk, sehingga dapat lebih memberikan informasi penting terkait sejarah nenek moyang Piramida Toba, dan konteks budaya di masa lalu.
Tahapan Pertama, yang dilakukan oleh BRIN, mencakup pemetaan lidar, yakni teknologi yang memungkinkan untuk melihat struktur bangunan batu di Piramida Toba, tanpa membabat alang-alang dan pepohonan sekitar.
Teknologi lidar, dapat melihat dengan jelas, detail dalam bangunan Piramida, yang menjadi tahap dasar restorasi.
Tahapan Kedua, BRIN juga akan menggunakan metode survei geolistik dan georadar untuk menggali informasi tentang struktur yang tersembunyi di dalam tanah.Serta mengidentifikasi kemungkinan sumber air yang ada di sekitar Piramida Toba.
Dilanjutkan dengan penggalian arkeologi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang lapisan tanah dan umur situs ini.
Menggunakan metode radiokarbon dating, para ahli arkeologi akan menggali reruntuhan di sekitar bangunan ini, dan mencoba untuk mengungkap potongan sejarah dibaliknya. Informasi ini, menjadi penting untuk mengetahui sejarah di balik Piramida Toba.
Hingga kini, upaya mengungkap sejarah bangunan masih terus dilakukan. Disamping adanya dugaan kuat, letusan gunung Toba yang ikut berpengaruh penting mengubah sejarah umat manusia.
Inilah gambaran Piramida Toba di Sumatera yang masih menyimpan berbagai misteri sejarah, sehingga manarik untuk ditelusuri.***