Habiskan Puluhan Miliar, 7 Proyek di Sumatera Utara Diduga Mangkrak Bahkan Fiktif? Belum Dipakai Sudah Rusak!

inNalar.com – Habiskan puluhan miliar, proyek di Sumatera Utara ini di nilai mangkrak bahkan fiktif.

Proyek pembangunan di Sumatera Utara beberapa dinilai mangkrak bahkan ada yang selesai dibangun namun belum dipakai sama sekali.

Pada Mei 2023, ramai pembahasan mengenai kunjungan Presiden Joko Widodo ke- Sumatera Utara.

Baca Juga: Harta Kekayaan Wakil Wali Kota Blitar Ini Melebihi yang Dimiliki Gubernur Jawa Timur, Hampir Rp50 Miliar!

Kedatangan Jokowi bertujuan untuk melakukan pengecekan dan peninjauan terkait jalan yang rusak.

Dari kunjungan tersebut, ramai diperbincangkan terkait proyek-proyek yang mangkrak bahkan fiktif di Sumatera Utara.

Kira-kira proyek apa saja yang dinilai mangkrak hingga diduga fiktif di provinsi ini.

Baca Juga: Kas Hanya Rp5 Juta, Nukman Menjadi Pj Bupati Termiskin di Lampung Barat Tapi Punya Segudang Prestasi

Tanggal 22 Mei 2023 yang lalu dilakukan Sidang Paripurna oleh DPRD Sumatera Utara untuk membahas LKPJ Gubernur tahun 2022.

DPRD provinsi ini membeberkan terkait proyek-proyek yang tidak selesai bahkan diduga fiktif.

Dari akun tiktok @kristiang95 dibeberkan mengenai beberapa proyek mangkrak di Sumatera Utara.

Baca Juga: Diduga Korupsi! Track Record Karir Iti Octavia Jayabaya Sebagai Bupati Kabupaten Lebak Banten, Partai Apa?

Beberapa proyek tersebut adalah SMA Negeri Angkola Julu yang letaknya di Padangsidimpuan dengan nilai anggaran Rp 4,9 miliar.

Selain SMA tersebut, nasib yang sama juga dialami oleh SMK Kualuh Hulu di Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.

Sekolah tersebut telah selesai dibangun oleh pemerintah Sumatera Utara namun belum digunakan.

Bahkan hingga saat ini kondisinya sudah rusak. Tepatnya di Kepulauan Nias terdapat beberapa sekolah yang sudah tidak layak pakai bahkan kekurangan kelas namun tak kunjung dibangun.

Selain itu, ada pula proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Indrapura yang bermasalah. Proyek rumah sakit ini tidak pernah digunakan sejak selesai pembangunannya.

Padahal rumah sakit tersebut telah melakukan pengadaan aset senilai Rp 18 Miliar. Aset tersebut sudah ada beberapa yang rusak bahkan ada juga beberapa yang hilang.

Tidak hanya itu, masih banyak jalan-jalan provinsi yang rusak dan belum diperbaiki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ada pula fasilitas olahraga yang banyak mangkrak sehingga menjadi sorotan banyak pihak.

Diantaranya adalah stadion sepak Bola di Kabupaten Karo dan Wisma Atlet Siosar yang tak selesai sehingga tidak dapat difungsikan.*** 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]