Diresmikan Soeharto, Daerah Hutan di Papua Tengah Ini Dijuluki Kota Emas Walau di Ketinggian 2000 MDPL

InNalar.com – Orang-orang pasti sudah tidak asing lagi dengan tambang emas dan tambang tembaga yang berada di daerah Timur Indonesia.

Tepatnya, hasil bumi itu berada di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, dan dulunya diresmikan oleh presiden ke-2 RI, Soeharto.

Mungkin akan lebih dikenal jika menyebutnya dengan distrik Tembagapura, kota emas di tengah hutan Papua Indonesia.

Baca Juga: Lupakan Cuaca Panas, Yuk Mampir ke Nepal Van Java di Ketinggian 1700 MDPL, Bukan di Dieng Tapi…

Sekedar informasi, pertambangan yang ada disini merupakan tambang yang dikelola oleh PT. Freeport Indonesia.

Apalagi daerah ini juga mengelola tambang Ertsberg, dan tambang emas Grasberg pada tahun 1988.

Ditambah daerah yang berada di Papua Tengah ini merupakan tambang yang memiliki cadangan tembaga terbesar ke-3 di dunia.

Baca Juga: Dananya Rp2,7 Triliun, Proyek Multiyears di Sumatera Utara Ini Didemo Mahasiswa, Pembangunan Mangkrak?

Sementara wilayah ini juga menjadi cadangan tambang emas terbesar di dunia.

Jadi tidak heran jika distrik Tembagapura ini sampai disebut dengan Kota Emas.

Melansir dari channel YouTube Jelajah Bumi, Kota emas ini sendiri diketahui memiliki luas 1280 km persegi.

Baca Juga: Siap Jadi Cawapres, Kekayaan Erick Thohir Jadi Sorotan, Miliki Mobil Senilai Rp1 Miliar dan Hutang Sebanyak…

Dulunya, Tembagapura ini diresmikan oleh presiden ke-2 Indonesia Soeharto pada 3 Maret 1973.

Kata Tembagapura sendiri sebenarnya berasal dari 2 kata, yaitu tembaga dan pura, yang jika diartikan akan menjadi kota tembaga.

Distrik di Papua Tengah ini sebenarnya dibangun untuk membantu operasional pertambangan emas dan tembaga yang ada di daerah Mimika.

Selain disebut Kota Emas, distrik ini juga dilengkapi dengan pemandangan jajaran pegunungan yang indah, ditambah ada lagi panorama air terjun yang menakjubkan.

Apalagi daerah ini juga berada berdampingan dengan pegunungan Jaya Wijaya yang berada di atas ketinggian 2000 MDPL, jadi tak perlu ditanyakan lagi keindahan pemandangannya.

Meski berada cukup terpencil dari wilayah perkotaan, namun Kota Emas ini fasilitasnya juga cukup mumpuni, layaknya kota modern.

Sebab sudah terdapat pusat perbelanjaan, fasilitas kesehatan, sarana olahraga, sekolah, perpustakaan, kafe, salon, transportasi umum, dan banyak lagi.

Walau berada di ketinggian, namun Tembagapura juga memiliki cable car, atau kereta gantung yang dipergunakan untuk mempermudah akses di topografi wilayah yang cukup ekstrem.

Akan tetapi, karena menjadi distrik yang membantu operasional tambang terbesar di dunia, tentu tidak semua orang bebas keluar masuk.

Selain dijaga ketat, yang diperbolehkan masuk kemari hanyalah para pekerja tambang, dan orang-orang bersangkutan yang memiliki kepentingan.

Walau begitu, tentu orang-orang diluar pertambangan tetap saja bisa masuk untuk berkunjung.

Namun hal tersebut harus melalui ijin dari PT. Freeport Indonesia, yang dilakukan melalui pengajuan proposal. ***

Rekomendasi