

InNalar.com – Luwu Utara ditargetkan menjadi salah satu daerah lumbung beras terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Hal ini akan dicapai dengan memanfaatkan Program Strategis Nasional (PSN), salah satunya dengan membangun jaringan irigasi.
Adapun pemerintah sendiri mempunyai tujuh Program Strategis Nasinoal (PSN) pembangunan jaringan irigasi pada daerah irigasi di Indonesia.
Yaitu, daerah irigasi (DI) Umpu Sistem di Lampung dengan luas areal pelayanan 7.500 ha dan saluran suplesi sepanjang 6 km.
Kemudian DI Jamboe Aye Kanan di Kabupaten Aceh Utara dan Timur Provinsi Aceh yang akan mengairi area seluas 3.028 Ha dan DI Lematang di Kota Pagaralam Sumatra Utara mengairi area seluas 3.000 Ha.
Untuk DI Leuwigoong di Kabupaten Garut Jawa Barat, akan mengairi areal seluar 5.313 Ha dan DI Lhok Guci di Kabupaten Aceh Barat, akan mengairi area seluas 18.542 Ha.
Kemudian, rehabilitasi jaringan irigasi DI Gumbasa di Kabupaten Sigi dan Kota Palu Sulawesi Tengah diperkirakan mengairi area seluas 8.180,65 Ha.
Sementara, di Kabupaten Luwu Utara telah dibangun bendung dan jaringan irigasi DI Baliase.
Program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini sendiri mulai dilaksanakan pada tahun 2016 lalu dengan proyeksi dapat mengairi 18 ribuan Hektar sawah.
Sedangkan, luas dari DI Baliase ini mencapai 21.928 hektar, dan berada pada lima kecamatan di Luwu Utara.
Hal ini sekaligus menjadikan jaringan irigasi DI Baliase masuk kategori DI yang besar dari ketujuh Program Strategis Nasional tersebut.
Bahkan, DI Baliase tersebut menjadi satu-satunya PSN pertama, yang bakal diresmikan Presiden Jokowi.
Hal ini karena, DI Baliase memiliki bendung dan jaringan irigasinya.
Sedangkan, PSN daerah lain hanya berupa bendungan yang diresmikan.
Setelah tujuh tahun ditunggu oleh para petani, akhirnya pada tanggal 21 September 2023 lalu irigasi bendung Baliase melakukan running test (uji pengaliran).
Khusunya untuk DI Baliase Kiri dan kanan 1. Hasilnya, DI Baliase tersebut sudah mampu mengairi sekitar 3000 hektar lahan sawah.
Running test ini dipimpin langsung oleh Direktur Irigasi dan Rawa Direktoral Jenderal Sumberd Daya Air Ismail Widadi, pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Luwu Utara Hj. Indah Putri Indriani serta berbagai tokoh masyarakat dan petani Luwu Utara.
Selain membuka peluang bagi peningkatan produksi pertanian, khususnya beras. DI ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Apalagi Sulsel menjadi salah satu provinsi yang membantu memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.
Tidak hanya itu, saat soft launching DI baliase tahun 2018 lalu, DI tersebut juga direncanakan akan menjadi tempat wisata.
Di mana, akan terdapat taman bermain anak, ruang terbuka hijau, sarana olahraga, hingga pembangunan penginapan.***