Keruk Rp1,3 Miliar, Jembatan Pulau Balang di Kalimantan Timur Pakai Teknologi SHMS, Jadi Jalur Praktis ke IKN!

inNalar.com – Jembatan Pulau Balang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kalimantan Timur.

Jembatan Pulau Balang nantinya akan menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Area Jembatan Pulau Balang juga dijadikan sebagai jalur utama angkutan logistik daerah setempat.

Baca Juga: Bongkahan Emas Ditemukan di Dalam Goa Medan Sumatera Utara, Dulunya Tempat Persembunyian Sosok…

Selain itu, difungsikan juga sebagai salah satu akses praktis menuju Ibu Kota Negara (IKN).

Bangunan ini juga tercatat sebagai yang terpanjang kedua di Indonesia setelah Suramadu.

Tentu sangat fungsional sebagai infrastruktur terbaik ke IKN nantinya sebagai wujud Jalur Trans Kalimantan.

Baca Juga: Sempat Rugi Rp100 Miliar, Sirkuit Mandalika di Lombok NTB Bakal Untung Besar dari Event MotoGP 2023?

Dibangun Sejak 2015

Jembatan Pulau Balang sudah dibangun sejak tahun 2015 lalu. Pembangunannya sendiri akan melintasi Teluk Balikpapan.

Sebelum terbangun, maka perjalanan darat dahulunya melalui rute Balikpapan – Samboja – Sepaku.

Perjalanan yang penempuh jalur darat ini perlu dilakukan sejauh 80 km dengan waktu sekitar 4 jam.

Baca Juga: Berada 73 km dari Yogyakarta, Dusun di Jawa Tengah Ini Dulunya Bekas Sungai Bengawan Solo Purba! Sudah Tau?

Dengan dibangunnya proyek tersebut, maka dapat memangkas waktu perjalanan.

Pasalnya, masyarakat hanya perlu menempuh waktu sekitar 1 jam saja.

Konstruksi Jembatan Pulau Balang

Jembatan Pulau Balang memiliki konstruksi tipe Cable Stayed.

Pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PUPR bersama Pemprov Kalimantan Timur, Pemkab Kabupaten Penajam, serta Pemkab Penajam Paser Utara.

Terdapat konstruksi utama sepanjang 804 meter dengan jembatan pendekat sepanjang 167 meter.

Sedangkan lebarnya terdiri dari 4 jalur yakni sekitar 22,4 meter dengan jalan akses sejauh 1.807 meter.

Jembatan Pulau Balang juga memiliki tinggi pylon mencapai 117.5 meter.

Bangunan ini juga memiliki konstruksi berupa Bored Pile di bagian bawahnya dengan ukuran 1,5 m dan 2 m.

Melansir dari laman Kementerian PUPR, Jembatan Pulau Balang dikerjakan oleh BBPJN Kalimantan Timur Direktorat Jenderal Bina Marga.

Adapun anggarannya senilai Rp1,3 miliar lewat SBSN pada tahun 2015 sampai 2021 lalu.

Menggunakan Teknologi Terbaru SHMS

Jembatan yang berlokasi di Kalimantan Timur ini juga menerapkan teknologi Structural Health Monitoring System (SHMS).

Adapun fungsinya adalah untuk memantau kondisi kesehatan konstruksi bangunannya.

Teknologi tersebut bahkan sudah diaplikasikan pada jembatan lainnya di tanah air.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]