Telan Anggaran Rp1,3 Triliun dan Gandeng Kontraktor Korea, Bendungan di Lebak Banten Tenggelamkan 4 Kampung

inNalar.com – Proyek-proyek pembangunan di Indonesia terus dilaksanakan, termasuk pembangunan bendungan.

Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menjadi salah satu proyek pembangunan di Indonesia.

Pembangunan bendungan ini menggandeng kontraktor asal Korea dan menelan anggaran sebanyak Rp1,3 triliun.

Baca Juga: Disebut Suka Bolos Kuliah, Yolanda Tamara Seleb TikTok yang Juga Caleg Muda PDIP Ini Tuai Kritikan Warganet

Namun ternyata dilansir dari ANTARA, pembangunan bendungan ini akan menenggelamkan 4 kampung dalam proses pengisian airnya.

Kampung-kampung yang akan ditenggelamkan tersebut ada di Desa Bungur Mekar.

Bahkan untuk saat ini diketahui Kampung Pajagan sudah mulai tenggelam.

Baca Juga: Kalimantan Tengah Jaga Stabilitas Harga Pangan Lewat Gerakan Pangan Murah, Sekda Berikan Bantuan Berupa…

Pembangunan Bendungan Karian sendiri sudah dimulai sejak tahun 2015 dan memiliki luas keseluruhan 2,17 ribu ha.

Bendungan Karian memiliki kapasitas air 314,7 juta meter kubik dan diharapkan dapat mengaliri lahan seluas 21,5 ribu ha.

Selain sebagai irigasi, waduk ini juga diharapkan dapat menyuplai kebutuhan air untuk rumah tangga maupun industri.

Baca Juga: Dikepung Alat Berat, Hotel Nusantara Bintang 5 Pertama di IKN Mulai Dibangun, Invetasinya hingga Rp20 Triliun

Suplai air tersebut diharapkan dapat mencukupi untuk 9 kota atau kabupaten di Jakarta dan Banten.

Dilansir dari PUPR, konstruksi bangunan telah mencapai 90,22% pada Agustus lalu.

Bendungan Karian merupakan bendungan multifungsi, bukan hanya sebagai irigasi dan menyuplai kebutuhan air bersih, namun juga dapat menjadi pengendali banjir dan penghasil listrik.

Bendungan terbesar ketiga di Indonesia ini dapat mengendalikan banjir yang terjadi di wilayah Provinsi Banten.

Selain itu, Waduk Karian juga berpotensi menghasilkan energi listrik sebesar 1,8 megawatt.

Energi litrik tersebut dihasilkan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH), dan meruapakan energi ramah lingkungan.

Pembangunan bendungan yang menelan anggaran Rp1,3 triliun ini bekerja sama dengan Daelim Industrial, perusahaan kontraktor asal Korea Selatan.***

Rekomendasi