Israel Serukan Pengosongan Rumah Sakit Al-Quds di Gaza, Kemenkes Palestina: Kami Tidak Akan Tinggalkan Mereka

inNalar.com – Pasukan militer Israel ancam Direktur Rumah Sakit Al – Quds di Gaza untuk segera mengosongkan 12 ribu pengungsi yang berlindung di dalamnya.

Usai ultimatum Israel tersebut, situasi menegangkan di dalam Rumah Sakit Al Quds, Gaza nampak terlihat melalui akun Twitter resmi @Gaza Hospital pada 21 Oktober 2023 pukul 1.23 pagi waktu setempat.

Dilansir dari postingan resmi Rumah Sakit Gaza, sebanyak 12 ribu pengungsi Palestina terancam dalam bahaya. Pasalnya, Militer Israel mengancam akan melakukan serangan bom ke Rumah Sakit Al-Quds jika mereka tidak segera mengevakuasi dan mengosongkan bangunan tersebut.

Baca Juga: Bakal Punya Transportasi Bawah Tanah, LRT Bali Akan Dibangun Sejauh 20 km, Kuras Dana Investasi Rp9,10 Triliun

Diketahui di dalam rumah sakit tersebut, terdapat sebanyak 70 persen pengungsinya merupakan anak-anak dan wanita, meliputi di dalamnya pula lansia.

Menurut keterangan pers dari pihak Kementerian Kesehatan Palestina pada Kamis, 19 Oktober 2023, Dr. Ashraf Al Qudra mengungkap dampak serangan bertubi-tubi Israel selama 12 hari yang semakin serius.

Ia mengungkap bahwa militer Zionis tengah berencana menargetkan serangan mereka ke sejumlah rumah sakit yang ada di wilayah Gaza, palestina.

Baca Juga: Tenggak Anggaran Rp395 Miliar, Proyek di Samarinda Kaltim Ini Gagal Jadi Flyover, Diganti dengan…

Padahal serangan ke fasilitas medis yang telah terjadi sebelumnya merupakan bagian dari pelanggaran hukum internasional, sebagaimana yang mereka lakukan pada Rumah Sakit Al Ahli Baptist.

Sebagai informasi, serangan bom Israel ke Rumah Sakit Al Ahli Baptist di gaza menyebabkan setidaknya terdapat 471 jiwa tewas dan 314 luka-luka.

Sementara terdapat 28 pasien yang masih dalam kondisi kritis. Pihak Kementerian Palestina menerima laporan orang hilang yang diduga terdapat 1.300 orang masih berada di bawah reruntuhan puing.

Baca Juga: Jadi Landmark Kampung, Jembatan Gantung Terpanjang di Sumatera Barat Ada di Desanya Crazy Rich, Panjangnya…

Militer Israel diketahui memberikan ultimatum kepada sejumlag rumah sakit di Gaza untuk mengosongkan tempat mereka atau jika tidak disebut akan menanggung situasinya.

Kondisi di dalam rumah sakit Al Quds, Gaza sendiri semakin sulit, karena sebagian fasilitasnya tidak bisa beroperasi akibat kekurangan pasokan listrik.

Sementara pihak rumah sakit menolak untuk meninggalkan pasien yang masih membutuhkan pertolongan serius.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Palestina, “Kementerian menegaskan bahwa meski ada ancaman ini, kami tetap berkomitmen untuk melanjutkan misi kesehatan dan kemanusiaan kami. Pekerja perawatan kesehatan tidak akan meninggalkan pasien dan warga sipil yang terluka, terlepas dari situasi apa pun.”

Sementara dari pihak militer Israel, dilansir dari Twitter Israel Defense Forces @IDF mengunggah postingan terakhirnya pada Sabtu, 21 Oktober 2023 tepatnya 05.30 pagi waktu setempat.

Pada postingan tersebut, pihaknya mengungkap bahwa perang yang terjadi ini dimulai terlebih dahulu oleh Hamas dan pihaknya akan siap memberikan respon yang lebih daripada yang dilakukan oleh Hamas.

Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat sebanyak 704,7 ribu pengguna Twitter.***

Rekomendasi