

inNalar.com – Garam Himalaya sebenarnya tidak berasal dari Himalaya.
Garam Himalaya tersebut ditambang dari kawasan yang berjarak sekitar 186 mil dari Pegunungan Himalaya.
Garam Himalaya ditambang di Khewra, Punjab, Pakistan serta menjadi garam dengan kasta tertinggi dan termahal di dunia.
Berbeda dengan lainnya, jenis garam ini memiliki warna merah muda.
Kehadiran garam di Pakistan tersebut sudah dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan di seluruh dunia.
Amerika Serikat dan beberapa lokasi lainnya menjadikan garam Himalaya sebagai pelengkap bahan makanan, kesehatan, perawatan, kecantikan, dan produk perhiasan berbentuk lampu.
Baca Juga: Ramah Lingkungan! PLTS di Purwakarta Jawa Barat Ini Mampu Tekan Emisi Karbon Capai 200 Ribu Ton
Garam batu Himalaya memiliki struktur kristal dengan batu yang sangat unik.
Tidak heran jika harganya menjadi sangat mahal dibandingkan dengan garam lain secara umum.
Melansir dari akun YouTube KabarPedia, area tambang tertua di dunia ini memiliki luas sekitar 110 kilometer persegi.
Tambang garam tersebut menjadi terbesar kedua di dunia.
Jumlah hasil tambangnya bahkan mencapai angka 400.000 ton garam per tahun.
Sekitar seperempat dari jumlah tersebut akan dikirimkan ke India dalam bentuk mentah tanpa adanya label.
Harga jualnya sendiri hingga 40 dolar per ton. Garam tersebut diolah sampai terlihat indah dan menarik.
Kemudian akan dijual dengan harga berlipat ganda dari garam lainnya.
Tambang Garam Himalaya di Khewra, Pakistan
Tambang garam Himalaya di Khewra terdiri dari 7 lapisan garam.
Apabila digabungkan, akan menjadi sekitar 150 meter. Hanya saja, tidak semua garam tersebut dapat ditambang.
Setengahnya akan dibiarkan agar tidak terjadi keruntuhan.
Area tambang tersebut juga menawarkan banyak fasilitas.
Seperti masjid serta kantor pos satu-satunya di dunia yang terbuat dari garam.
Tambang tersebut juga memiliki resort di dalamnya yang dapat menampung hingga 20 orang.
Mereka dapat memasukinya untuk bisa menghirup partikel alami garam yang bermanfaat di sekitarnya.
Penambangan garam Himalaya menjadikan pertumbuhan ekonomi daerah sekitar semakin meningkat.
Operasi penambangan bahkan disebut tidak menimbulkan bahaya lingkungan.
Pasalnya, seluruh proses penambangan dilakukan dengan menggunakan tangan.
Yakni memakai alat sederhana seperti palu, bor, dan lainnya.
Para pekerja akan mengumpulkan blok garam lalu ditempatkan ke kontainer.
Mereka akan menggali sekitar 1.000 ton garam per harinya.
Industri lainnya akan memproduksi garam dengan blok dan butir berbeda-beda.
Beberapa pabrik akan menggiling blok garam tersebut menjadi biji-bijian yang seragam dengan berbagai kegunaan.
Garam berwarna merah muda di Pakistan ini berasal dari sisa-sisa dasar laut kuno yang mulai mengkristal pada 600 juta tahun lalu.
Berdasarkan legenda, Alexander Agung adalah orang pertama yang menemukan area tambang ini.
Sampai sekarang diperkirakan garam Himalaya sudah menghasilkan sekitar 220 juta ton selama masa produksinya.
Garam di Pakistan tersebut tidak melalui banyak proses pemurnian.
Tidak heran jika keberadaannya cenderung minim akan kandungan zat kimia.
Garam Himalaya bahkan mengandung natrium sebanyak 97-98% dengan bentuk bebatuan kristal.
Bentuknya sendiri cukup berbeda dengan garam laut karena sudah berupa padatan ketika diekstraksi di area tambang.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi