

InNalar.com – Pada masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), dirinya berencana membangun infrastruktur di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Infrastruktur yang dimaksud adalah bendungan, yang akan dibangun sebanyak 7 sekaligus di daerah tersebut.
Waduk yang dibangun itu salah satunya adalah Raknamo yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.
Tempat penampungan air tersebut merupakan satu dari tujuh waduk yang telah selesai digarap semasa Indonesia berada di kepemimpinan Jokowi.
Dibangun sejak tahun 2014, bangunan ini telah rampung penggarapannya pada 2017 lalu.
Menariknya, ternyata pembangunan yang dilakukan lebih cepat 13 bulan dari jadwal yang ditargetkan, yaitu akan rampung pada Januari 2019.
Bendungan ini fungsi utamanya adalah untuk menampung air dari sungai, agar air tersebut tidak langsung mengarah ke laut.
Karena dengan cara ini, maka daerah NTT yang memiliki iklim kering akan lebih mudah mendapatkan akses air untuk memenuhi kebutuhan para warga.
Kebutuhan ini terutama bagi para warga di Kupang, karena sekaligus akan mengaliri lahan pertanian di beberapa daerah di sana.
Dilansir InNalar.com dari Kementerian PUPR, tempat parkir air ini sendiri memiliki kapasitas mencapai 14 juta meter kubik.
Memiliki kapasitas sebanyak 14 juta meter kubik, waduk ini nantinya akan mampu mengaliri irigasi para warga sebanyak 1.250 hektar.
Apalagi bagi daerah yang mengalami kekeringan, tempat parkir air ini dapat memnuhi kebutuhan air baku dengan kapasitas mencapai 100 liter per detik.
Selain menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hingga 220 kilowatt, bangunan ini juga bisa dimanfaatkan sebagai pengendalian banjir.
Sebab terdapat beberapa daerah di Kupang yang sering mengalami banjir, tentu infrastruktur ini akan memiliki banyak manfaat bagi para warga sekitar.
Dibangun oleh kontraktor dari PT. Waskita Karya, bendungan Raknamo ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 760 miliar.
Meski memiliki kapasitas mencapai 14 juta meter kubik, namun pengisian air pada waduk ini tentu membutuhkan waktu, terutama saat musim kemarau berkepanjangan ini.
Pasalnya, dalam periode waktu musim hujan pada tahun 2018 sampai awal tahun 2019 Raknamo ini baru terisi kurang lebih 10 juta 800 meter kubik, walau memiliki kapasitas 14 juta meter kubik.
Setelah diresmikan pada tahun 2018 yang lalu, bendungan Raknamo ini juga akan dimanfaatkan sebagai Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
Pembangunan fasilitas SPAM ini telah dilakukan sejak September 2021 dengan target rampung pada April 2023.
SPAM ini sendiri nantinya akan memenuhi kebutuhan air minum bagi para warga sekitar Kupang karena memiliki kapasitas 80 liter/detik.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi