Miliki 5 Zona, Waterfront City Labuan Bajo di NTT Punya Tugu Mirip Jam Matahari Bangsa Mesir Kuno, Penasaran?

inNalar.com – Pembangunan dari Waterfront City Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini difungsikan sebagai magnet baru destinasi wisata di Indonesia bagian timur.

Waterfont City Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini telah selesai sejak Februari 2022 lalu dan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Juli 2022.

Dalam pembangunannya, Waterfront City Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini memiliki lima zona berbeda.

Baca Juga: Seorang Turis China Hilang di Long Pink Beach Labuan Bajo NTT, Keluarga Menangis Sambil Peluk Barang Korban

Melansir dari Kemenparekraf, ketiga zona tersebut antara lain adalah Zona 1 (promenade Bukit Pramuka), Zona 2 (promenade Kampung Air), dan Zona 3 (plaza dan ruang publik).

Selanjutnya, Zona 4 (promenade bagian dari plaza hotel), dan terakhir adalah Zona 5 (promenade struktur kontilever).

Kelima zona tersebut dikelola oleh pihak yang berbeda di mana Zona 1,2, dan 3 dikelola oleh pemerintah kabupaten.

Baca Juga: Inilah Sosok Konglomerat di Balik 5 Hotel Mewah di Labuan Bajo, NTT! Ada Suami Istri hingga Perusahaan?

Selanjutnya, Zona 3 dikelola oleh Kementerian Perhubungan. Terakhir, Zona 4 dikelola oleh BUMN.

Selain lima zona yang ada di Waterfront City Labuan Bajo ini, terdapat fasilitas-fasilitas menarik yang bisa dikunjungi oleh para wisatawan.

Fasilitas tersebut antara lain adalah terminal penumpang serta kapal pesiar, hotel dan resort dengan pemandangan laut yang sangat indah, tidak lupa juga pusat perbelanjaan dan kuliner produk lokal juga internasional.

Baca Juga: Hotel Mewah Ala Santorini di Labuan Bajo, NTT Ini Hanya 10 Menit dari Pintu Gerbang Taman Nasional Komodo

Bagi wisatawan yang datang kemari dapat menikmati sensasi bersantai sambil menikmati deburan ombak juga lalu lalang kapal di lautan.

Selain pemandangannya yang indah, Waterfront City Labuan Bajo juga memiliki sebuah objek wisata menarik yang sulit untuk ditemui di tempat lain.

Objek tersebut adalah sebuah monumen yang berbentuk seperti jam matahari milik orang Mesir kuno.

Namun, yang membedakan objek satu ini dengan jam matahari orang Mesir kuno adalah letaknya yang ada di pinggir.

Jam matahari orang Mesir kuno, memiliki segitiga dengan ujung lancip di bagian tengah lingkaran, sedangkan, tugu yang ada di Waterfront City Labuan Bajo ini berbentuk hampir kotak dan ada di pinggir.

Meski begitu, tugu ini masih terlihat sangat indah apabila dinikmati saat sore hari.

Berada tepat di pinggir laut, wisatawan yang mengunjungi Waterfront City Labuan Bajo ini bisa menikmati keindahan tugu di bawah cahaya orange dari matahari yang mulai tenggelam.

Cara untuk mengunjung Waterfront City Labuan Bajo ini sangatlah mudah karena berada di jantung kota Labuan Bajo.

Apabila wisatawan datang dari Bandara Komodo, maka dapat langsung menggunakan taksi yang tersedia di bandara.***

 

Rekomendasi