Total Kekayaan Rp69 Miliar, Amirudin Tamore Jadi Pengusaha Muda dan Bupati Terkaya di Sulteng, Bisnis Apa?

inNalar.com – Ir. H. Amirudin Tamoreka atau yang biasa dipanggil Haji Amir, merupakan seorang politisi sekaligus pengusaha yang kini menjabat sebagai Bupati Banggai Provinsi Sulawesi Tengah.

Kekayaan Amirudin Tamoreka yang menjabat sebagai Bupati Banggai pada masa periode 2021 sampai 2024 tidak main-main.

Haji Amir dikenal sebagai sosok pengusaha muda yang berskala nasional, berdasar pada pengalamannya menggarap beberapa proyek di dunia pertambangan.

Baca Juga: Disebut Juragan Tanah! Kepoin Harta Hendy Siswanto Bupati Jember, Punya 5 Mobil Mewah Hampir Rp2 Miliar!

Sebelum menjadi Bupati Banggai dirinya sempat menjabat sebagai Manager Operasional di PT. Artha Wicaksana Rajasa.

Amirudin juga merupakan seorang Direktur Utama di PT. Petro Jasa Energi, selain itu dirinya juga seorang Komisaris Utama di 3 perusahaan berbeda.

Tiga perusahaan berbeda tersebut diantaranya yakni PT. Amico Putera Perkasa, PT Amirul Insani dan PT. Tiga Dimensi Jaya.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Palestina Umumkan Jumlah Korban Gaza Meningkat Hingga 4.651 Jiwa, Akibat Genosida Israel

Sebagai seorang Pejabat, Amirudin Tamoreka wajib mencantumkan harta kekayaannya ke halaman LHKPN KPK.

Haji Amir disebut-sebut sebagai Kepala Daerah terkaya yang ada di Sulawesi Tengah.

Dilansir inNalar.com dari LHKPN KPK, Amiruddin Tamoreka memiliki total harta kekayaan mencapai Rp69 miliar.

Baca Juga: Jadi Provinsi Terluas di Jawa, Jawa Timur Miliki 5 Kota Terkaya Menurut Jumlah Perkapita! No 1 Bukan Surabaya

Dirinya juga tercatat memiliki jumlah tanah dan bangunan sebanyak 9 aset yang tersebar di Bekasi, Karawang, Muaro Jambi dan Banggai senilai Rp28.900.000.000

Bupati Banggai juga atecratat hanya memiliki satu alat transportasi senilai Rp530.000.000, harta bergerak lainnya senilai Rp6.000.000 serta surat berharga senilai Rp9.000.000.000

Selain itu Amirudin Tamoreka juga tercatat memiliki kas dan setara kas sebanyak Rp31.045.995.628

Bupati Banggai ini tidak memiliki sedikitpun hutang berdasar pada catatan LHKPN KPK.***

Rekomendasi