Perang Israel – Hamas Berlanjut Hingga Tewaskan Lebih Dari 6.000 Jiwa, Netanyahu Ancam Lumpuhkan Hizbullah?

inNalar.com – Konflik antara Israel dengan Hamas berlanjut selama 17 hari berturut-turut.

Akibat dari konflik tersebut setidaknya terdapat lebih dari 6.000 nyawa melayang.

Sementara itu, terdapat puluhan ribu warga sipil di Gaza terluka dan terpaksa mengungsi.

Baca Juga: Nikmati Keindahan Wisata Pengunungan dan Kopi Robusta Sanggabuana, Wujud Pemberdayaan Desa BRILiaN

Dalam laporan terbary, Kementerian kesehatan yang berpusat di Gaza mengatakan dalam waktu 24 jam terakhir terdapat 266 warga Palestina tewas.

Dari total korban akibat konflik Israel dan Hamas, setidaknya ada 1.873 anak-anak dan 1.023 perempuan.

Hingga kini, lebih dari 1.000 warga Palestina dilaporkan hilang atau diperkirakan terjebat atau tewas di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Sepanjang 172 km! Jadi Ruas Terpanjang Tol Trans Jawa, Jalur Probolinggo – Banyuwangi Menjadi Prioritas Utama?

Sementara itu, pihak berwenang Israel mengatakan bahwa sekitar 1.400 warga Israel dan warga negara asing telah terbunuh di negara Yahudi tersebut.

Menurut pihak Israel, terdapat 212 orang saat ini ditahan di Gaza, termasuk warga Israel dan warga negara asing.

Tidak sampai disitu, Israel juga menyasar perbatasan utara di Lebanon dan mengahncurkannya pada Senin, 23 Oktober 2023 pagi.

Baca Juga: Disebut Buatan Jin? Terkuak Misteri Masjid Termegah di Kabupaten Malang yang Menjulang Hingga 10 Lantai

Israel menyatakan serangan tersebut merupakan pencegahan karena mereka mencurigai roket dan rudal anti-tank akan diluncurkan dari lokasi tersebut oleh kelompok Hizbullah.

Sebagai informasi, Hizbullah kelompok militan yang didukung Iran yang berbasis di Lebanon, telah saling baku tembak dengan Israel sejak serangan teror tersebut, memaksa banyak komunitas untuk mengungsi.

Sebelumnya, Netanyahu telah mengancam akan melumpuhkan Hizbullah jika mereka memutuskan untuk ikut perang.

Pihak Israel menyatakan serangan ke Gaza akan ditingkatkan untuk mengurangi risiko pasukan pada tahap perang berikutnya.

Diperkirakan 700.000 orang telah melarikan diri setelah Israel mendesak warga sipil untuk meninggalkan Gaza utara.

Sementara itu, Hamas mengatakan bahwa pemimpinnya dan menteri luar negeri Iran telah mengadakan pertemuan untuk membahas bagaimana menghentikan kekejaman Israel di Gaza.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]