

InNalar.com – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan meresmikan pembangunan 24 rumah sakit yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia hingga akhir tahun 2023.
Jika program ini terus berlanjut, maka hingga akhir tahun 2025, Indonesia akan memiliki 45 rumah sakit baru.
Salah satunya, RS militer Jenderal Soedirman di kawasan Bintaro Jakarta Selatan yang saat ini sedang dalam pembangunan, menjadi salah satu proyek unggulan Kemenhan.
RS Militer Jenderal Soedirman digadang-gadang menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.
Dimana, RS tersebut memiliki 1.000 tempat tidur, 136 ruang ICU dan 8 ruang operasi dan akan ditambah menjadi 30 ruang operasi di tahun 2024.
Selain itu, RS Militer ini akan menjadi pusat perawatan kesehatan yang komprehensif, mampu mengatasi berbagai tantangan medis, termasuk bencana alam, pandemi dan pelayanan kesehatan umum.
Baca Juga: Biayanya Rp173 Miliar, Pembangunan Jembatan di Sumatera Utara Ini Memiliki Total Panjang Mencapai…
Bukan hanya untuk personil militer dan keluarganya, namun RS Militer ini akan terbuka untuk masyarakat umum.
Hebatnya lagi, Kemhan mempersiapkan RS ini untuk menghadapi ancaman serangan nuklir, biologi dan kimia serta untuk menghadapi berbagai kemungkinan termasuk keadaan darurat nasional.
Rumah sakit yang dalam proses pembangunan ini terdiri dari 28 lantai dan merupakan pengembangan dari RS Dr. Suyoto yang dimiliki oleh tentara nasional Indonesia (TNI).
Pengerjaan proyek pembangunan RS Militer ini menerapkan sistem integritas dan kerjasama tim.
Integritas salah satunya tetuang dalam konsep zero Korupsi. Dimana para kontraktor dan subkontraktor menandatangani pakta integritas.
Hingga Oktober 2023, Presiden Joko Widodo telah meresmikan tiga Rumah Sakit militer. Pertama RS. Jenderal TNI L.B.Moerdani di Kabupaten Merauke, Papua.
Dua lainnya rumah sakit militer di Surabaya, Jawa Timur, yaitu RS. Tk.III Brawijaya dan RSAL Tk.II Soekantyo Jahja Puspenerbal.
Peresmian kedua Rumah Sakit di Surabaya ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo.
Adapun, pembangunan infrastruktur kesehatan ini sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan nasional di Indonesia.
Dimana, ketahanan nasional adalah bagian integral dari sistem pertahanan rakyat semesta. Salah satunya, melalui pembangunan aset kesehatan masyarakat, yang bisa mendukung ketahanan, stabilitas, dan produktivitas negara.
Selain itu di pemerintah melalui Kemhan juga akan membangun Fakultas Kedokteran militer, sebagai sebuah jawab atas kebutuhan masyarakat Indonesia itu sendiri.***