

inNalar.com – Berternak kerbau umumnya dilakukan di atas daratan. Namun, berbeda dengan warga di salah satu daerah di Kalimantan Timur ini, mereka justru berternak kerbau di atas air.
Lokasi dari ternak kerbau di atas air ini berada di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kerbau-kerbau yang diternak di atas air ini sering dikenal dengan nama kerbau rawa.
Kerbau rawa sendiri merupakan salah satu hewan endemik Kalimantan yang bertubuh pendek dengan tanduk yang melengkung dan melebar.
Hewan endemik Kalimantan yang ada di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara ini harus berenang melintas perairan yang luas untuk sampai ke lokasi tempatnya makan.
Dilansir dari akun Youtube Jelajah bumi, kerbau rawa yang ada di Muara Wis ini diternak di Danau Melintang yang berada di daerah aliran Sungai Mahakam.
Adapun kandang daripada hewan ini berada di sekitaran danau dan memiliki ketinggian sekita 8 meter dari lumpur.
Saat pasang, air dari Danau Melintang akan menggenangi sekitar danau sehingga tidak ada daratan yang tersisa.
Saat air pasang naik dengan sangat tinggi, kerbau-kerbau rawa milik para peternak akan berenang menuju ke lokasi pakan yang jaraknya menjadi lebih jauh dibanding saat air normal.
Aktivitas menggembala di atas air ini dilakukan mulai dari pagi sampai sore. Penggembalaan ini dimulai dengan dilepaskannya ratusan kerbau dari kandangnya menuju air.
Tentunya, kerbau-kerbau tersebut tidak begitu saja dilepaskan. Para peternak yang tergabung ke dalam beberapa kelompok ini memiliki tugas mereka masing-masing.
Ada peternak yang bertugas untuk melepaskan kerbau dari kandang dan ada peternak yang sudah bersiap di atas perahu untuk menuntun dan mengawal kerbau rawa menuju lokasi.
Setelah itu, hewan endemik Kalimantan tersebut akan dibiarkan berenang dengan disertai peternak yang naik perahu di sisi kiri dan kanan.
Ratusan kerbau rawa yang melintasi Danau Melintang di Kutai Kartanegara ini tentunya menciptakan pemandangan yang menakjubkan apabila dilihat dari atas.
Sesampainya kerbau-kerbau tersebut di lokasi, mereka pun berhenti dan mulai makan.
Akan tetapi, tempat kerbau mencari makan ini tidak berada di daratan, melainkan, juga ada di dalam air.
Hal ini membuat hewan endemik Kalimantan ini harus makan sambil tetap berenang.
Kerbau-kerbau itu memasukkan kepalanya ke dalam air untuk menjangkau rumput yang ada dan mengunyah di atas air.
Hal ini terus dilakukan oleh ratusan kerbau rawa tersebut sampai waktunya kembali ke kandang di sore hari. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi