2017 Raih Penghargaan, Kini Desa Wisata Bilebante di NTB Malah Dapat Bimbingan dari UNWTO, Saingi Penglipuran?

InNalar.com – Saat ini perkembangan desa wisata di Indonesia telah semakin berkembang, hal ini dibuktikan dari beberapa daerah yang berhasil memperoleh penghargaan terbaik di dunia.

Meskipun tidak mendapatkan penghargaan, namun satu kampung di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini berhasil mendapat Upgrade programme dari World Tourism Organization (Un Wto).

Kampung yang dimaksud ini adalah Desa Bilebante yang berada di Kabupaten Lombok Tengah, yang juga terdaftar dalam mengikuti ajang Best Tourism Villages 2023.

Baca Juga: Hilangkan Musim Panas 10 Tahun Lamanya, Ledakan Gunung di NTB Ini Besarnya Sampai Kalahkan Krakatau?

Pada beberapa tahun yang lalu, diketahui kampung ini pernah mendapatkan penghargaan dari Kemendes PDTT dalam ajang Desa Wisata Award 2017.

Tentu tidak mengherankan jika Desa Bilebante dimasukan pada ajang dunia yang diselenggarakan pada tahun 2023 ini.

Walau hanya mendapat Upgrade programme, namun satu daerah di NTB ini sebenarnya salah satu dari 20 desa yang terpilih UN WTO untuk dilakukan bimbingan.

Baca Juga: Kampung Hantu Terseram di Pulau Lombok NTB Ternyata Bagian dari Montong Gading? Begini Asal Usulnya

Sebab, wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendapat penghargaan namun masih terdapat beberapa kriteria yang belum terpenuhi.

Karena itulah Desa Bilebante ini bisa dibilang cukup sukses karena berhasil terpilih untuk mendapat Upgrade programme dari UN WTO.

Pernah meraih penghargaan dari Kemendes hingga sukses mendapat bimbingan, tentu Desa Bilebante ini memiliki objek wisata yang cukup menarik bagi para pengunjung.

Baca Juga: Dihuni 5.000 Orang, Pulau Bungin di NTB Ini Jadi yang Terpadat di Dunia dengan Rumah Saling Berhimpit

Dilansir InNalar.com dari Jadesta Kemenparekraf, kampung yang berada di Lombok Tengah ini juga disebut sebagai desa wisata hijau.

Sebab wilayah ini masih dapat dibilang cukup asri hingga masih banyak memiliki lahan persawahan.

Dalam rangka agar dapat lebih menikmati suasana tersebut, para pengunjung juga dapat berkeliling desa menggunakan sepeda.

Saat menyusuri pemukiman warga dengan sepeda, nantinya para pengunjung akan menikmati sejuknya pedesaan dan menelusuri pinggiran sungai, kebun sayur dan buah, pematang sawah, Jembatan Lime, hingga Pura Lingkar Kelud yang merupakan tertua di daerah Lombok Tengah.

Jika lelah dan lapar, tak perlu khawatir. Karena desa wisata Bilebante juga memiliki fasilitas pasar pancingan.

Di tempat tersebut, para pengunjung dapat memancing ikan yang bahkan dapat diolah di tempat itu pula.

Ada pula hal yang cukup menarik, yaitu melihat budi daya rumput laut di sawah.

Meski namanya adalah rumput laut, namun para warga di desa Bilebante ini justru membudi dayakannya di persawahan.

Ditambah lagi justru budi daya rumput laut inilah yang meningkatkan tingkat ekonomi para warga di daerah NTB tersebut.

Saat sudah panen, nantinya rumput laut ini akan digunakan menjadi bahan baku pembuatan serabi yang akan dijual para warga.***

 

Rekomendasi