Kekayaannya Capai Rp112 Kuadriliun! Perusahaan Asal Belanda Jadi yang Terkaya Sedunia Hingga Kalahkan Apple?

InNalar.com – Warga Indonesia pasti tahu jika negara Indonesia dulunya pernah dijajah oleh Belanda.

Negeri kincir angin itu sendiri dulunya tertarik oleh rempah Nusantara yang akhirnya diperjual belikan oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (Perusahaan Dagang Hindia Timur Belanda) atau VOC.

Namun siapa sangka? Kongsi dagang yang ada pada ratusan tahun lalu ini ternyata merupakan perusahaan terkaya di dunia.

Baca Juga: Jadi Cawapres Prabowo, Intip Kemajuan Kota Solo Saat Dipimpin Gibran, Banjir Pujian dan Diguyur Banyak Proyek?

Bahkan kekayaan yang dimilikinya kala itu pun mampu mengalahkan Apple, microsoft, Google atau perusahaan dunia lainnya.

Walaupun akhirnya kongsi dagang asal negeri kincir angin itu harus bubar, yang disebabkan oleh korupsi besar-besaran yang terjadi.

VOC sendiri sebenarnya dahulu terlahir karena terlalu banyaknya persaingan antar perusahaan dagang untuk meraih untung di Belanda sehingga justru menyebabkan kerugian.

Baca Juga: Memilukan! Seorang Jurnalis Gaza Tewas Usai Coba Lindungi Istri dan Putrinya dari Serangan Udara Israel di…

Karena itulah saat itu terdapat seseorang yang mengusulkan untuk membuat kongsi dagang agar para perusahaan tersebut dapat bekerja sama, hingga pada 20 Maret 1602 lahirlah Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC.

Ada pula tujuan dibentuknya kongsi dagang ini juga ditujukan untuk bersaing dengan East India Company, kongsi dagang dari Inggris.

Perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan itu pun cukup luas, karena meliputi hingga Amerika, Afrika, Jepang, dan mencapai kekayaan Nusantara.

Baca Juga: Keruk APBN Rp4,28 T, Presiden Jokowi Segera Lakukan ‘Groundbreaking’ Bandara VVIP di IKN dalam Waktu Dekat

Sedangkan kala itu Nusantara memang negara yang kaya akan kesuburan tanahnya, terutama untuk rempah-rempah yang memang dapat dijual mahal.

Berdasarkan hasil perdagangan itulah hingga negeri di Eropa ini mampu meraih kekayaan hingga 78 juta gulden.

Angka tersebut nilainya mencapai lebih dari USD7,9 triliun, atau sekitar Rp 112.640.175.000.000.000, jika kurs dikalikan Rp 14 ribu.

Mudahnya, kekayaan yang dimiliki VOC ini jumlahnya mencapai Rp 112,64 kuadriliun.

Sebab itulah kongsi dagang asal Belanda ini mampu dikatakan sebagai perusahaan terkaya di dunia.

Bahkan angka itu mengalahkan Apple, yang pada Juni 2023 ini kekayaannya mencapai USD3 triliun.

Apalagi kongsi dagang ini samapai memiliki lebih dari 50.000 karyawan, 10.000 tentara swasta, 150 kapal dagang, 40 kapal perang, dan pembayaran dividen 40% dari investasi awal.

Akan tetapi, usia perusahaan asal negeri kincir angin ini hanya berlangsung sekitar 200 tahun.

Alasan terbesar dibubarkannya kongsi dagang ini adalah karena terjadinya korupsi besar-besaran hingga hutang yang menumpuk.

Dilansir InNalar.com dari djkn.kemenkeu.go.id, selama perusahaan itu masih eksis, banyak terjadi praktek jual beli jabatan, suap, sampai pemberian upeti dari bawahan pada atasan.

Karena hal seperti itu marak terjadi, membuat para pekerja di VOC mulai berlomba-lomba mengumpulkan kekayaan agar dapat menduduki posisi penting.

Saat itulah ketika ia berhasil menduduki posisi penting, mereka mulai mengumpulkan harta sebanyak-mungkin dan mempertahankan kursi yang didudukinya.

Akibat budaya korupsi yang semakin marak terjadi, akhirnya perusahaan ini pun semakin melemah hingga harus dibubarkan pada tahun 1799.

Tidak berhenti disitu, karena ada plesetan pula yang awalnya VOC adalah Vereenigde Oostindische Company, berubah menjadi vergaan onder corruptie (hancur karena korupsi).***

 

Rekomendasi