

inNalar.com – Diketahui PT ANH merencanakan untuk melakukan pembangunan pabrik pengolahan nikel baru di Buli, Kabupaten Halmahera, Maluku Utara.
Pembangunan pabrik smelter baru tersebut dikatakan, nikelnya akan disuplai oleh PT Antam Tbk.
Kemudian, nikel yang disetorkan oleh PT Antam bakal diubah menjadi Nickel Pig Iron atau NPI dengan teknologi Blast Furnance.
Jumlahnya diketahui sebanyak empat buah dengan kapasitas sebesar 128 meter kubik.
Kemudian, untuk empat buah mesin sintering lainnya akan berkapasitas sebesar 48 meter persegi.
Menurut informasi yang dilansir dari laman resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, smelter di Maluku Utara tersebut kabarnya akan direka dengan kapasitas produksi 160.000 ton NPI/tahun.
Nantinya, Nickel Pig Iron yang dihasilkan dari smelter tersebut akan disetorkan atau diekspor sebagai bahan baku pembuatan baja.
Pembangunan smelter berkapasitas produksi 160.000 ton NPI/tahun di Maluku Utara ini ditujukan untuk pengembangan ekonomi di wilayah sana.
Meskipun dampak lingkungannya bakal kurang baik, namun pemerintah meyakini bahwa pembangunan smelter tersebut harus dilakukan.
Pembangunan smelter baru yang dicanangkan pada tahun 2022 tersebut juga termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional.
Sehingga, BPKP sebagai APIP berperan penuh juga dalam pengawalan proyek di Kabupaten Halmahera, Maluku Utara tersebut.
Pada kunjungan pertamanya, yakni tahun 2022 lalu BPKP mengungkapkan bahwa progres pembangunan smelter di Tanjung Buli, Maluku Utara tersebut belum berjalan sesuai rencana awal.
Diduga, keterhambatan tersebut diakibatkan karena penolakan warga yang menganggap bahwa proyek smelter di wilayah tersebut dapat merusak ekosistem lingkungan hidup di sana.
Pembangunan smelter oleh PT Antam Niterra Haltim di Maluku Utara telah sampai pada Triwulan II pada tahun Tahun 2022.
Itulah sekilas informasi mengenai proyek smelter di Maluku Utara yang berteknologi Blast Furnance.
Blast Furnance sendiri merupakan sebuah teknologi yang berjenis tanur metalurgi untuk dipakai peleburan agar menghasilkan metal-metal industrial, biasanya berupa besi kasar.***