
inNalar.com – Kita akan mengupas kunci jawaban Teks “Biografi Ki Hajar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya” Kurikulum Merdeka edisi revisi pada halaman 177.
Di teks biografi Ki Hajar Dewantara ini, siswa akan dibekali pengetahuan untuk memahami pemikiran beliau dalam dunia pendidikan dan bagaimana ide-idenya masih berpengaruh dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini.
Materi ini sangat penting, karena membantu siswa untuk memahami sejarah dan kontribusi tokoh nasional. Lebih dari itu, materi ini juga mengembangkan keterampilan membaca kritis, berpikir analitis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap perjuangan di bidang pendidikan.
Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 SD Kurikulum Merdeka Halaman 177 tentang “Biografi Ki Hajar Dewantara: Pemikiran dan Perjuangannya”
Soal:
1. Ki Hadjar Dewantara tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan dan nama pemberian orang tuanya agar dapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara isik maupun hatinya. Jelaskan apa yang dimaksuddapat bebas dekat dengan rakyat, baik secara isik maupun hatinya dalam teks tersebut!
Baca Juga: Awas! Salah Jurusan Bisa Jadi Drama yang Tak Kunjung Usai, Ternyata Begini Dampaknya Bagi Mahasiswa
2. Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai penulis andal. Apa saja bukti-bukti yang menunjukkan dia sebagai penulis andal dalam teks tersebut?
3. Jelaskan apa pentingnya Perguruan Nasional Taman Siswa yang dibentuk Ki Hadjar Dewantara bagi pribumi?
4. Menurut kalian, apakah hukuman pengasingan yang diberikan Pemerintah Belanda kepada Ki Hadjar Dewantara sudah sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya? Jelaskan alasannya!
Baca Juga: Storytelling Bisa Jadi Obat Stres Murah Buat Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Skripsi, Benarkah?
5. Jelaskan maksud ajaran Ki Hadjar Dewantara, yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani berdasarkan pemahaman kalian sendiri!
6. Menurut kalian, apa saja hal-hal yang mendasari penunjukan Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional? Jelaskan!
7. Menurut penilaian kalian, apa saja informasi penting tentang tokoh yang belum terdapat dalam teks tersebut?
8. Menurut kalian, apa saja kelebihan dan kekurangan teks biograi tersebut? Jelaskan!
9. Tuliskan beberapa saran dan masukan agar teks biograi tersebut menjadi lebih baik!
Baca Juga: 69,75% Pemuda Indonesia Masih Jomblo, Kaum Milenial dan Gen Z di Kota Ini Jadi Penyumbang Utama
10. Berdasarkan pengetahuan kalian tentang tokoh Ki Hadjar Dewantara, tulislah sebuah karangan singkat berjudul “Seandainya Aku adalah Ki Hadjar Dewantara”!
Jawaban:
1. Makna “bebas dekat dengan rakyat, baik secara fisik maupun hati” adalah, dengan melepas gelar kebangsawanannya, Ki Hadjar Dewantara ingin menunjukkan bahwa ia tidak ingin ada batas antara dirinya dan rakyat biasa.
Baca Juga: Gokil! SMA di Semarang Ini Jadi Sekolah Tertua di Indonesia dan Terluas se-Asia Tenggara
Ia ingin berbaur, memahami penderitaan mereka, dan berjuang bersama untuk pendidikan serta kemerdekaan. Keputusan ini menunjukkan bahwa perjuangannya bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata untuk membebaskan rakyat dari keterbelakangan.
2. Ki Hadjar Dewantara dikenal sebagai seorang jurnalis yang tajam dan penuh keberanian. Ia menulis di berbagai surat kabar dan majalah seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, dan lainnya.
Tulisan-tulisan beliau memiliki gaya bahasa yang komunikatif, tajam, dan penuh kritik terhadap penjajah. Namun, terdapat dua tulisannya yang paling terkenal yaitu “Als ik eens Nederlander was” dan “Een voor allen, mar ook allen voor een” yang membuktikan keberaniannya dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat pribumi.
3. Perguruan Nasional Taman Siswa menjadi titik terang bagi kaum pribumi yang selama ini tidak memiliki akses pendidikan.
Sekolah ini membuka peluang bagi rakyat jelata untuk mendapatkan ilmu, yang sebelumnya hanya bisa dinikmati kaum priyayi dan Belanda. Pendidikan ini menanamkan rasa nasionalisme dan membentuk generasi yang siap memperjuangkan kemerdekaan.
4. Hukuman pengasingan yang diberikan kepada Ki Hadjar Dewantara bisa dikatakan tidak adil. Ia hanya menulis kritik terhadap pemerintah kolonial, yang seharusnya dianggap sebagai hak berpendapat.
Namun, penjajah melihatnya sebagai ancaman, sehingga menjatuhkan hukuman yang berlebihan. Meskipun begitu, pengasingan justru menjadi berkah terselubung, karena di sana ia mendalami pendidikan dan membawa ilmu yang lebih besar saat kembali ke tanah air.
5. Makna ajaran Ki Hadjar Dewantara
– Ing ngarsa sung tulada → “Di depan, memberi contoh.” Seorang pemimpin harus menjadi teladan bagi yang lain, bukan hanya memberi perintah, tetapi menunjukkan tindakan nyata.
– Ing madya mangun karsa → “Di tengah, membangun semangat.” Seorang pemimpin juga harus berada di tengah rakyat, membimbing dan mendorong mereka untuk mencapai tujuan bersama.
– Tut wuri handayani → “Di belakang, memberikan dukungan.” Bahkan ketika tidak berada di depan, seorang pemimpin tetap memberikan dukungan dan arahan agar rakyat tetap berada di jalan yang benar.
6. Alasan Ki Hadjar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Nasional
– Ia mendirikan Taman Siswa yang memberikan pendidikan bagi rakyat pribumi.
– Ia memiliki filosofi pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan rasa nasionalisme.
– Perjuangannya dalam dunia pendidikan membawa perubahan besar bagi sistem pendidikan di Indonesia.
– Pemikirannya tetap relevan hingga saat ini dan terus digunakan dalam dunia pendidikan.
7. Informasi yang belum ada dalam teks
– Tidak banyak dibahas mengenai pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai sistem pendidikan yang ideal.
– Peranannya setelah Indonesia merdeka, seperti saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
– Pengaruh pemikirannya terhadap sistem pendidikan modern di Indonesia.
8. Kelebihan dan kekurangan teks biografi
– Kelebihan: Biografi ini menyajikan informasi yang cukup lengkap mengenai perjuangan Ki Hadjar Dewantara dalam pendidikan dan jurnalistik.
– Kekurangan: Gaya bahasanya masih kurang menggugah emosi pembaca. Beberapa aspek pemikiran Ki Hadjar Dewantara masih kurang dieksplorasi.
9. Saran dan masukan
– Teks bisa dibuat lebih menarik dengan gaya bahasa yang lebih kuat dan emosional agar pembaca lebih terinspirasi.
– Lebih banyak membahas pemikirannya tentang sistem pendidikan dan dampaknya pada pendidikan modern di Indonesia.
10. Karangan Singkat:
Seandainya Aku adalah Ki Hadjar Dewantara
Seandainya aku adalah Ki Hadjar Dewantara, aku akan menjadi nyala api di tengah kegelapan penjajahan. Aku tidak akan tinggal diam melihat rakyatku direndahkan, hak mereka dirampas, dan kebebasan mereka dikekang oleh sistem yang tidak adil. Dengan pena sebagai senjataku, aku akan menulis, mengkritik, dan membakar semangat rakyat melalui kata-kata.
Aku tidak akan takut diasingkan. Aku akan memanfaatkan pengasingan itu untuk belajar, menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, dan kembali dengan semangat baru. Aku akan membangun sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa cinta tanah air. Aku akan menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani berjuang untuk kebebasan bangsanya.
Dan ketika aku pergi, aku ingin meninggalkan jejak yang tak akan pernah pudar. Aku ingin namaku dikenang bukan karena aku seorang bangsawan, tetapi karena aku adalah guru bagi bangsa ini. Karena pendidikan adalah kunci untuk merdeka, dan aku akan memastikan kunci itu selalu berada di tangan rakyatku.
Jadikan kunci jawaban buku bahasa Indonesia kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka edisi revisi halaman 177 ini hanya sebagai referensi belajarmu, ya! ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi