

InNalar.com – Lagi-lagi warga temukan ruang bawah tanah di daerah Jawa Timur.
Penemuan ruang bawah tanah ini terdapat di lereng gunung Anjasmoro.
Gunung Anjasmoro merupakan pegunungan yang terdapat di pulau Jawa.
Gunung ini memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan Hutan Gunung.
Usai dilakukan penelusuran, penemuan ruang bawah tanah ini ternyata berada di goa Jepang yang berlokasi di lereng gurung Anjasmoro.
Penamaan sebagai goa Jepang ini karena memang goa tersebut merupakan salah satu goa peninggalan di era jepang tepatnya pada zaman romusha.
Ruang bawah tanah yang ditemukan ini berbentuk goa yang sangat kecil, sehingga tidak bisa dilalui oleh banyak manusia.
Sehingga banyak kelelawar yang hinggap dan kotorannya kelelawar sangat memenuhi area goa tersebut.
Walaupun banyak kotoran kelelawar, masih terlihat dinding-dinding tebing goa.
Goa masih bisa dijangkau jika hanya satu ataupun dua orang, dan dilakukan secara bergantian.
Sayangnya, goa tersebut tidak memiliki jalan tembusan alias buntu. ketika berada di goa tersebut, orang akan merasakan nuansa yang dingin.
Aroma kotoran kelelawar sangat memenuhi area goa. Ketika akan memasuki goa ini bisa dibilang mudah.
Namun jika untuk keluar akan susah karena ruangan yang sangat sempit dan banyak dedaunan kering dan juga kotoran kelelawar.
Melansir dari unggahan video youtube @Cakra Panorama, setelah dilihat kembali terdapat ruangan masuk yang sedikit lebar jika dari pintu masuk goa dan hanya bisa dilalui 1 orang.
Setelah memasuki pintu masuk goa, terdapat ruangan bawah tanah yang begitu lebar dan tentunya gelap karena tidak ada penerangan.
Di dalam ruangan bawah tanah pun dilarang berteriak, karena ruangan tersebut tidak pernah terjamah oleh manusia.
Ruangan tersebut terlihat sangat sakral dan tidak diperbolehkan ada kegaduhan, ternyata di ruangan bawah tanah ini banyak ruangan yang tidak berujung.
Tentunya banyak kelelawar yang hidup di ruangan bawah tanah ini. Terasa juga hembusan angin yang begitu keras.
Lorong yang terdapat dalam ruangan dalam tanah ini menghubungkan antara lorong satu dengan yang lain.
Di pojok ruangan, terdapat kayu yang diperkirakan sudah menjadi fosil. Di dinding ruangan bawah tanah juga terdapat batu yang berbeda dengan lainnya karena berwarna putih.
Tidak hanya kayu saja, ditemukan sebuah tongkat yang tidak diketahui pemiliknya.
Hal yang mengejutkan adalah, di dalam ruangan yang kosong tersebut terdapat bongkaran pasir.
Serta atap ruangan bawah tanah juga terdapat rembesan air yang sangat memungkinkan ruangan tersebut mudah runtuh kapanpun.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi