

InNalar.com – Kita semua pasti pernah mendengar suara misterius gamelan.
Terutama adalah suara gamelan yang berada disekitaran kita.
Suara gamelan misterius kali ini bersumber dari salah satu lokasi yang berada di daerah Tulungagung.
Pemakaman Umum Jatiwayang tepatnya berada di desa Beji Kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Lokasi dibalik suara gamelan adalah di Pemakaman Umum Jatiwayang yang merupakan salah satu area pemakaman umum yang menyimpan cerita mistis.
Makam ini selalu mengeluarkan suara gamelan lirih yang bersumber dari pohon beringin besar yang berada pemakaman umum.
Baca Juga: Disebut Kabupaten ‘Tak Terlihat’, Ternyata Daerah di Kalimantan Tengah Ini Juga Punya Cerita Mistis
Ternyata pohon beringin di pemakaman tersebut sangat besar dan termasuk pohon beringin tua kuno.
Pemakaman jati wayang pada dahulu kala adalah area pemakaman yang menyimpan cerita mistis sampai dengan saat ini.
Pada malam-malam tertentu terdengar suara alunan gamelan kulit. Sayangnya saat dicari tidak ada pementasan wayang yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Bongkahan Emas Ditemukan di Dalam Goa Medan Sumatera Utara, Dulunya Tempat Persembunyian Sosok…
Sumber suara alunan gamelan kulit berasal dari pohon beringin besar. Tepat di dekat pohon beringin ini terdapat 1 makam yang besar dan panjang.
Melansir dari unggahan video youtube @HM Advanture, satu pemakanan yang memiliki ukuran panjang dan besar merupakan pemakaman zaman dahulu.
Tepatnya adalah sebelum zaman kerajaan sudah terdapat pemakaman, tepat di posisi dimana pohon beringin berada adalah pada dahulu merupakan panggung pewayangan.
Orang-orang yang dapat mendengar suara gamelan bukanlah warga sekitar pemakaman melainkan orang yang jauh dengan pemakaman.
Misalnya orang Surabaya maupun Kediri yang dapat mendengar suara lantunan gamelan yang bersumber dari pemakan Jatiwayang ini.
Orang di Surabaya bisa mendengar lantunan suara gamelan dari daerahnya, namun ketika orang tersebut datang ke pemakaman. Mereka tidak mendengar lantunan suara gamelan sama sekali.
Tidak hanya itu, orang Surabaya yang melihat ada pertunjukkan wayang yang sangat ramai di lokasi pemakaman Jatiwayang pada malam harinya.
Namun, ketika orang Surabaya datang ke makam kembali pada siang hari justru yang terlihat adalah pemakaman.
Awal mula orang Surabaya datang ke area pemakaman pada malam hari adalah dirinya diberi tahu oleh sesosok orang pada malam hari jika di area pemakaman ada pagelaran wayang.
Orang Surabaya tersebut percaya dan menuju ke area pemakaman, dirinya melihat jika suasana pagelaran wayang sangat ramai hingga harus memarkirkan kendaaan di dekat masjid Madinah.
Masjid Madinah merupakan masjid yang tidak terlalu dekat dengan lokasi pemakaman.
Ternyata orang yang memberitahu jika ada pewayangan tersebut bukanlah orang asli.
Ketika orang Surabaya datang ke area pemakaman pada pagi harinya, tidak ada pagelaran wayang yang digelar. Yang nampak hanyalah sebuah pemakaman dengan pohon beringin yang besar.***